LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Modal Asing Keluar Capai Rp0,78 Triliun pada Pekan Keempat Oktober 2021

Bank Indonesia (BI) mencatat terjadinya aliran keluar modal asing sebesar Rp0,78 triliun dari pasar keuangan domestik pada 25-28 Oktober atau pekan keempat Oktober 2021. Rinciannya, terjadi penjualan neto di pasar Surat Berharga Negara sebesar Rp4,32 triliun dan pembelian neto di pasar saham sebesar Rp3,54 triliun.

2021-10-29 21:57:37
Bank Indonesia
Advertisement

Bank Indonesia (BI) mencatat terjadinya aliran keluar modal asing sebesar Rp0,78 triliun dari pasar keuangan domestik pada 25-28 Oktober atau pekan keempat Oktober 2021. Rinciannya, terjadi penjualan neto di pasar Surat Berharga Negara sebesar Rp4,32 triliun dan pembelian neto di pasar saham sebesar Rp3,54 triliun.

"Berdasarkan data transaksi 25-28 Oktober 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp0,78 triliun," kata Kepala Grup Departemen Komunikasi BI Muhamad Nur di Jakarta, dikutip Antara, Jumat (29/10).

Secara tahun kalender berjalan atau sejak awal tahun hingga pekan ketiga Oktober 2021, nonresiden masih tercatat beli neto Rp8,91 triliun (year to date/ytd). Meski demikian, Credit Default Swap yang mencerminkan premi risiko investasi menurun ke 79,28 basis poin per 28 Oktober 2021, dibanding data 22 Oktober 2021 yang sebesar 81,87 basis poin.

Advertisement

Nilai tukar rupiah pada perdagangan akhir pekan di Jumat pagi dibuka di kisaran Rp14.150 per USD, menguat dibanding Kamis (28/10) yang sebesar Rp14.170 per USD. Sementara imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun turun ke 6.14 persen pada Jumat ini dibanding Kamis (28/10) yang sebesar 6,15 persen.

BI menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk mengawasi secara cermat dinamika penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

"Serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," ujarnya.

Advertisement

Baca juga:
BI Prediksi Inflasi Oktober 2021 Capai 0,01 Persen
5 Tantangan Bank Sentral Pasca Pandemi Covid-19
Mulai November 2021, BI Kembali Buka Layanan Penukaran Rupiah di 3 Provinsi
3 Faktor Indonesia Bakal Kebal dari Dampak Tapering The Fed
Festival Ekonomi Syariah Berhasil Raih Kesepakatan Bisnis Rp7,81 Triliun
Bos BI Percepat Akselerasi BI-FAST Agar Bisa Dimanfaatkan Mulai Tahun Depan

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.