LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Mobilitas Meningkat, Sri Mulyani Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 di Akhir Tahun

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, mewanti-wanti adanya lonjakan kasus covid-19 karena meningkatnya mobilitas masyarakat di akhir tahun 2020. Seiring dengan hal itu, beberapa negara besar juga mulai mempersiapkan kemungkinan terburuk dari situasi krisis ini.

2020-12-14 18:31:15
Sri Mulyani Indrawati
Advertisement

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, mewanti-wanti adanya lonjakan kasus covid-19 karena meningkatnya mobilitas masyarakat di akhir tahun 2020. Seiring dengan hal itu, beberapa negara besar juga mulai mempersiapkan kemungkinan terburuk dari situasi krisis ini.

Di Asia, dia menyebutkan sejumlah negara seperti Tokyo, Jepang dan Korea Selatan saat ini juga tengah mempersiapkan langkah-langkah untuk penanggulangan terjadinya kemungkinan gelombang kedua.

"Jadi untuk Indonesia kita juga perlu mewaspadai. Pada akhir tahun ini kegiatan-kegiatan masyarakat meningkat akibat adanya liburan panjang. Kemarin kita punya pilkada, dan kita harus betul-betul menjaga agar jangan sampai rem harus diinjak hanya karena covid-19 mengalami eskalasi yang meningkat secara pesat," kata Sri Mulyani, Senin (14/12).

Advertisement

Untuk itu, pemerintah akan melakukan langkah-langkah dan dukungan APBN untuk kesehatan, baik dari pengadaan APD maupun upgrade dari rumah sakit. Serta untuk penanganan tenaga kesehatan maupun untuk mereka yang sekarang harus dirawat akibat covid-19.

Sementara, di Amerika Serikat, Eropa, bahkan Jerman dan Prancis, sekarang sudah mempertimbangkan akan terjadinya restriksi yang sangat ketat. Termasuk Swedia, di mana semula negara ini mendapatkan pujian karena tak ikut melakukan pembatasan sosial, kini mempertimbangkan untuk menempuh kebijakan tidak biasa.

"Swedia yang dulu hampir mendapatkan pujian karena mereka melakukan dan menangani konflik secara tidak konvensional, yaitu membebaskan masyarakatnya bergerak tanpa adanya protokol kesehatan, sekarang dihadapkan pada kondisi yang luar biasa sangat menentukan," imbuhnya.

Advertisement

Reporter: Pipit Ika Ramadhani

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Cegah Korupsi, Pemerintah akan Perbaiki Pendataan Penyaluran Bansos Covid-19
Pertumbuhan Ekonomi RI Diperkirakan Mulai Pulih di Kuartal II-2021
Per 2 Desember, Realisasi Anggaran PEN Capai 63,3 Persen
Sri Mulyani Akui Pemulihan Ekonomi di 2021 Jadi PR yang Besar
Vaksin Covid-19 Hadir, Pengusaha Ritel Optimistis Ekonomi Mulai Pulih Semester I 2021
Bank Mandiri Syariah Salurkan Kredit Rp2,5 T per November dari Dana PEN Pemerintah

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.