Misi Pemerintah Tingkatkan Kesadaran Isu Keberlanjutan Mulai Usia Dini
Lebih dari sekadar seremoni tahunan, Hari Bumi merupakan seruan global dalam rangka bertindak melindungi sumber daya alam.
Di tengah meningkatnya dampak perubahan iklim, polusi plastik, dan degradasi lingkungan yang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, peringatan Hari Bumi atau Earth Day yang jatuh setiap tanggal 22 April menjadi momen penting guna merefleksikan hubungan manusia dengan planet ini.
Lebih dari sekadar seremoni tahunan, Hari Bumi merupakan seruan global dalam rangka bertindak melindungi sumber daya alam, memperkuat ketahanan lingkungan, dan membentuk generasi yang lebih sadar akan masa depan bumi.
Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Hanifah Dwi Nirwana, menjelaskan bahwa misi pemerintah saat ini adalah meningkatkan kesadaran mengenai isu-isu keberlanjutan dimulai sejak usia dini di atas 3 tahun.
"Pemerintah pun mendukung penuh seluruh organisasi manapun yang berkontribusi bagi negara dalam menghadapi tantangan terhadap lingkungan," ungkapnya saat peringatan Hari Bumi di Singapore Intercultural School (SIS) South Jakarta.
Menurut Hanifah, pemerintah saat ini memiliki program pendidikan tentang masalah lingkungan, salah satunya melalui kerja sama dengan Kedutaan Besar Denmark dan Pandawara Group.
Prinsip keberlanjutan global inipun ditunjukkan oleh Singapore Intercultural School (SIS) South Jakarta dengan mengadakan Earth Day 2025. Sesuai tema global Hari Bumi tahun ini yakni Our Planet, Our Power, acara ini ditujukan dalam rangka mendorong kesadaran lingkungan dan menanamkan gaya hidup berkelanjutan sebagai bagian dari keseharian seluruh komunitas SIS SJ.
"Indonesia sebagai negara kepulauan dengan kekayaan biodiversitas yang luar biasa, berada di garis depan dalam menghadapi tantangan lingkungan hidup. Karena itu, implementasi prinsip United Nations Sustainable Development Goals (UNSDGs) bukan lagi sekadar pilihan, tapi sebuah keharusan. Sejak UNSDGs disahkan tahun 2015 lalu, SIS Group of Schools sudah sangat berkomitmen dalam mengimplementasikan delapan poin utama yang ada di dalamnya,” jelas Fitriyanti Ie, Administrative Head Teacher SIS South Jakarta.
Acara ini diikuti oleh para siswa dari kelas Primary 6 sampai Junior College 1 (kelas 6 SD – kelas 11 SMA). Menariknya, acara ini diprakarsai langsung oleh siswa Junior College 1 dari mata pelajaran Environmental Systems & Societies.
Dorong Perubahan Kecil Bermakna Besar
Sejalan dengan pesan utama dari SIS Schools tahun ini yakni Think Globally, Act Locally, maka pihak SIS SJ mendorong seluruh bagian dari komunitas sekolah untuk melakukan perubahan kecil namun bermakna besar.
Mulai dari memilih transportasi ramah lingkungan seperti carpooling, jalan kaki, hingga menggunakan transportasi publik. Serta ikut serta dalam kampanye 1-hour Lights-Out pada malam hari untuk menghemat energi.
Tidak hanya itu, SIS South Jakarta juga mengajak siswa dan guru untuk merayakan green lifestyle dengan cara yang menyenangkan, melalui eco fashion show yang menampilkan pakaian dari bahan daur ulang, serta workshop kreatif tentang pengolahan sampah dan upcycling.
"Kami percaya bahwa pendidikan sejatinya bukan hanya soal nilai akademis, tetapi juga tentang membentuk kesadaran dan kepedulian terhadap dunia di sekitar kita," tukas Fitriyanti.