Miris, Indonesia Tidak Masuk 10 Negara dengan Simpanan Emas Terbesar di Dunia
Pada tahun 2024, harga emas telah melonjak hampir 20 persen.
Emas menjadi komoditas yang sangat menjadi perhatian pemerintah saat ini. Bahkan, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bank emas pertama Inndonesia yang akan diresmikan pada 26 Februari 2025.
"Kita akan bentuk bank emas, jadi selama ini kita tidak punya bank untuk emas kita, tidak ada di Indonesia," kata Prabowo saat konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/2).
Prabowo mengungkapkan, emas yang ada di Indonesia mengalir ke luar negeri. Sehingga, Prabowo memutuskan untuk membentuk bank emas di Indonesia.
"Jadi emas kita banyak ditambang dan mengalir ke luar negeri, kita ingin sekarang punya bank khusus untuk emas di Indonesia," ujarnya.
Tercatat, pada tahun 2024, harga emas telah melonjak hampir 20 persen. Ini didorong oleh pembelian bank sentral yang signifikan, permintaan konsumen yang kuat di China, dan meningkatnya minat terhadap aset safe-haven karena ketidakpastian geopolitik.
10 Negara dengan Simpanan Emas Terbesar
Berdasarkan data dari World Gold Council per Mei 2024, setidaknya 10 negara teratas dengan cadangan emas paling banyak di dunia
Amerika Serikat 8.133 ton
Jerman 3.351 ton
Italia 2.452 ton
Perancis 2.437 ton
Rusia 2.336 ton
Cina 2.264 ton
Swiss 1.040 ton
Jepang 846 ton
India 831 ton
Belanda 612 ton
Negara dengan cadangan emas terbanyak adalah Amerika Serikat, yang memiliki 8.133 ton senilai USD628 miliar . Setengah dari cadangan negara tersebut disimpan di United States Bullion Depository, yang dikenal sebagai Fort Knox, pangkalan Angkatan Darat Amerika Serikat di Kentucky.
Jerman menempati peringkat kedua dengan 3.351 ton, diikuti oleh Italia dengan 2.452 ton.
Sebagian besar emas dunia dipegang oleh bank sentral, yang mengelola cadangan ini karena karakteristik keamanan, likuiditas, dan pengembaliannya. Lembaga-lembaga ini memegang sekitar seperlima dari semua emas yang ditambang sepanjang sejarah.
Pada paruh pertama tahun 2024, bank sentral membeli 483 ton emas, mencetak rekor baru.
Turki merupakan pembeli emas terbesar pada paruh pertama tahun ini, dengan total pembelian 45 ton. India berada di peringkat kedua, dengan total pembelian 37 ton emas pada enam bulan pertama.
Sebagai pembeli utama, China baru-baru ini memperlambat pembelian emasnya, dengan menangguhkannya pada bulan Mei dan Juni. Sebelumnya, bank sentral China telah meningkatkan cadangan emasnya selama 18 bulan berturut-turut.