Meski tumbuh, ceruk pasar perbankan syariah masih mini
Gubernur BI Agus Martowardojo pesimis target pangsa pasar perbankan syariah tahun ini sebesar 5 dapat tercapai.
Pertumbuhan perbankan syariah yang masih tinggi ketimbang perbankan konvensional dinilai masih belum mampu memperbesar ceruk pasar lemba keuangan syariah tersebut pada tahun ini. Masih banyak kendala yang dihadapi oleh perbankan syariah.
Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo, pesimis target pangsa pasar perbankan syariah tahun ini sebesar 5 dapat tercapai. Dia berharap, pangsa pasar sebesar 5,25 persen-5,25 persen dapat tercapai pada tahun depan.
"Tahun ini, industri keuangan syariah menghadapi banyak halangan," ujarnya dalam seminar akhir tahun perbankan syariah dan outlook 2014, di Bank Indonesia, Jakarta, Senin (14/12).
Dalam jangka pendek, tantangan yang harus dihadapi perbankan syariah antara lain permodalan, perluasan jaringan kantor. Kemudian, kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta inovasi produk yang mampu berkompetisi dan diterima pasar dan program sosialisasi.
Sedangkan tantangan jangka panjang yang dihadapi perbankan syariah, yakni, perbedaan karakteristik perbankan syariah dan sistem keuangan konvensional.
Agus berharap, peralihan fungsi pengawasan dan pengaturan perbankan syariah dari BI ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dapat menjaga kesinambungan perkembangan perbankan syariah.
"Kerjasama yang erat antara BI (otoritas makroprudensial) dan OJK (otoritas mikroprudensial) menjadi salah satu penting dan jauh dikembangkan dengan menggandeng berbagai otoritas lain sebagai stakeholders penting keuangan syariah dan pengambil kebijakan," jelas dia.
Baca juga:
Bank syariah dilegalkan buka kantor cabang di bank umum
BI: Dalam 20 tahun, Indonesia tergolong negara maju
BI Rate cermin gaya kepemimpinan Agus Marto
Agus Marto persilakan dua direktur BTN gugat putusan BI
BI Rate bertahan, Agus Marto pesan jangan lengah