LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Meski rawan aksi ambil untung, tren penguatan IHSG berlanjut

Saham yang bersifat cyclical semisal sektor otomotif, telekomunikasi, barang konsumsi dan jalan tol, banyak diburu.

2013-06-19 08:44:00
IHSG
Advertisement

Di tengah pergerakan pasar saham global yang masih kondusif, pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) masih cukup positif. IHSG diperkirakan masih berpeluang melanjutkan tren penguatan meskipun rawan aksi profit taking atau ambil untung.

"IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support di 4.770 dan resisten di 4.870," ujar Analis First Asia Capital, David Sutyanto kepada merdeka.com, Jakarta, Rabu (19/6).

Adapun saham pilihan pada perdagangan hari ini antara lain PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMCB), PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), PT PP (Persero) Tbk (PTPP), PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) dan PT PT Dyviacom Intrabumi Tbk (DNET).

Advertisement

Sebelumnya, aksi beli kembali berlanjut menyusul respon positif pelaku pasar atas persetujuan DPR atas APBN-P 2013 yang memberikan ruang bagi pemerintah untuk menyesuaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi.

Saham-saham yang bersifat cyclical banyak diburu pelaku pasar. Semisal sektor otomotif, telekomunikasi, barang konsumsi dan jalan tol.

Dari faktor eksternal, pelaku pasar tengah menanti hasil pertemuan The Fed Rabu ini yang diharapkan memberikan sinyal kelanjutan program stimulus (QE3).

Advertisement

Di tengah penantian terhadap hasil pertemuan The Fed, Wall Street tadi malam kembali melanjutkan penguatannya.

"Pelaku pasar memperkirakan The Fed tidak akan mengubah kebijakan stimulusnya dalam waktu dekat sepanjang inflasi tidak meningkat di atas 2,5 persen dan angka pengangguran masih tinggi di 7,5 persen saat ini dari targetnya di 6,5 persen. Angka inflasi di AS hingga Mei lalu mencapai 1,7 persen (yoy)," katanya.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.