LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Meski lebih rendah, utang luar negeri RI harus diwaspadai

Ekonom Universitas Pertamina, Eka Puspitawati mengatakan utang Indonesia memang lebih rendah dibandingkan dengan negara lain. Hal ini dilihat dari perbandingan ratio utang terhadap PDB. dia mengatakan pemerintah tetap harus berhati-hati. Sebab, kondisi finansial Indonesia yang belum stabil.

2017-08-26 18:22:06
Utang
Advertisement

Ekonom Universitas Pertamina, Eka Puspitawati mengatakan utang Indonesia memang lebih rendah dibandingkan dengan negara lain. Hal ini dilihat dari perbandingan ratio utang terhadap PDB.

"Dengan negara di luar komparasinya. Negara maju jauh lebih tinggi. Jepang ratio uangnya 250 persen terhadap PDB. Perancis dan UK lebih dari 89 persen ratio utang terhadap PDB," ungkapnya di Universitas Pertamina, Jakarta, Sabtu (26/8).

Meskipun demikian, dia mengatakan pemerintah tetap harus berhati-hati. Sebab, kondisi finansial Indonesia yang belum stabil.

"Indonesia cuma 27 persen. Tapi, bedanya kita rentan terutama di sektor finansial. Pengalaman ekonomi yang lalu sangat mudah sekali diguncang sehingga mata uang kita anjlok, krisis, sehingga utang kita membengkak. Kita jadi defisit," jelasnya.

Kondisi ini berbeda dengan kondisi finansial negara lain yang jauh lebih stabil. "Negara lain relatif stabil dan mereka karena stabil meski negara lain alami krisis utang ya segitu tidak jadi membengkak," jelas Eka.

Apalagi, menurut dia, utang luar negeri Indonesia hampir 60 sampai 70 persen digunakan untuk membayar utang masa lalu. Baik tahun-tahun yang sudah lama sampai sekarang.

"Jadi dari struktur ini kita bisa lihat. Kita masih diwarisi utang masa lalu. Ini yang cukup memberatkan untuk ke depan," pungkasnya.

Advertisement

Baca juga:
Apersi dorong pemerintah bangun perumahan di dekat kota-kota besar
Ada taksi online, penerimaan retribusi trayek di Tangsel turun 50 persen
Ini faktor penyebab data pribadi nasabah bocor
Jumlah rig pengeboran AS menurun, harga minyak dunia naik
Naik Rp 1.000, harga emas dibanderol Rp 604.000 per gram
Pemprov Babel siap ekspor lada ke Uzbekistan

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.