LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Meski laba turun 37 persen, Bukit Asam tetap bagi dividen Rp 1 T

Dana yang disetor ke kas negara mencapai Rp 692 miliar.

2014-03-27 12:29:25
bursa saham
Advertisement

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan laba bersih pada 2013 sebesar Rp 1,83 triliun, dari total penjualan Rp 15 triliun. Nominal ini anjlok 37 persen dibanding tahun sebelumnya, akibat turunnya harga batu bara di pasar internasional ke level USD 76 per ton.

Walau situasi sedang tidak menguntungkan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) produsen batu bara ini tetap membagikan dividen dalam jumlah besar, mencapai 55 persen dari total laba bersih, atau setara Rp 1 triliun.

Direktur Utama PTBA Milawarma mengakui porsi dividen besar ini sekilas berisiko. Tapi perseroan mengaku sudah mempertimbangkan sumber-sumber lain untuk memenuhi belanja modal yang ditarget tahun ini Rp 3 triliun.

"Memang PTBA butuh dana belanja modal, tapi untuk dana in hand kita masih memiliki Rp 3,5 triliun. Selain itu kita masih punya treasury stock dari buyback saham sekitar Rp 1,9 triliun. Itu bisa kita gunakan mendanai ekspansi," ujarnya selepas Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Kamis (27/3).

Dari hasil pertemuan dengan pemegang saham, dividen dihitung Rp 461 per lembar saham. Sedangkan, yang disetor ke kas negara mencapai Rp 692 miliar. Khusus pemegang saham publik, dividen akan dibagikan pada 2 Mei mendatang, dan dicairkan 16 Mei 2014.

Di luar penurunan laba akibat harga komoditas yang tidak bagus, Milawarma mengklaim perseroan berhasil menggenjot ekspor batu bara kalori tinggi. Itu jadi salah satu alasan penjualan meningkat.

Direksi menyatakan margin laba PTBA 16,5 persen, tertinggi di Indonesia dari sisi profitabilitasnya. Sebagai perbandingan, emiten lain melantai di bursa hanya mencapai margin laba 10,5 persen.

"PTBA melakukan strategi maupun efisiensi operasi, sehingga dari kinerja laba bersih, kita masih lebih baik," kata Milawarma.

Total penjualan batu bara PTBA tahun lalu mencapai 17,7 juta ton, terdiri dari 9,5 juta ton berupa ekspor. Sedangkan 8,1 juta dipasok pasar domestik.

Selain mengandalkan tambang sendiri di Sumatera, PTBA kini memiliki anak usaha PT International Prima Coal (IPC) di Kalimantan Timur yang juga memasok 2,73 ton batu bara, serta pembelian dari pihak ketiga.

Baca juga:
Aksi ambil untung membayangi, IHSG dibuka merah
IHSG berpotensi menguat di tengah sentimen pelemahan
Lima pejabat ini gerah Freeport dua tahun tak setor dividen
IHSG ditutup menguat 25,15 poin
BRI bagi dividen Rp 6,3 triliun ke pemegang saham

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.