Meski dirut membolehkan, faktanya pilot sulit keluar Merpati
"Para pilot ini dipersulit saat minta surat lulus butuh, enggak jelas alasannya apa."
Meskipun Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) Asep Ekanugraha membolehkan para pilot untuk pindah ke maskapai penerbangan lain. Namun, faktanya, pilot masih dipersulit untuk mendapatkan surat rekomendasi Merpati untuk memudahkan mencari pekerjaan di maskapai penerbangan lain
"Memang para pilot ini dipersulit saat minta surat lulus butuh, enggak jelas alasannya apa. Padahal, dirut sudah bilang silakan untuk pindah ke maskapai lain," ujar Kepala Pilot Merpati Aziz Hamid, di Jakarta, Jumat (28/2).
Aziz, telah bekerja sebagai pilot selama 34 tahun, mengaku tidak menerima perlakuan pimpinan Merpati yang menunggak gajinya selama tiga bulan. Untuk itu, dia memutuskan akan mengundurkan diri sebagai kepala pilot merpati. "Saya ini mau ngundurin diri dari chief tapi tetap sebagai pegawai Merpati," ucapnya.
Setiap bulan, Aziz digaji sekitar Rp 43 juta. Selain menjadi pilot, Aziz juga mengajar di sekolah penerbangan angkatan udara Halim Perdanakusuma.
Sementara itu, kopilot Merpati yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan dirinya sedang melamar ke maskapai lain, lantaran sudah sebulan menganggur. Dia sudah mengabdi di Merpati selama tiga tahun dengan gaji sebesar Rp 20 juta per bulan.
"Saya sebenarnya cinta Merpati tapi Merpati tidak cinta kepada saya, buktinya enggak digaji selama tiga bulan. Ini saya kayak baru lulus kerja kesana kemari cari lowongan," ungkap kopilot pesawat M60 tersebut.
Dia juga mengungkapkan, salah seorang koleganya yang juga ingin pindah kesulitan mendapatkan surat rekomendasi Merpati."Kalau saya sih belum minta."
Baca juga:
Kembalikan refund tiket Rp 1,5 miliar asal Merpati terbang lagi
Rapat pembahasan gaji pegawai Merpati tertunda
Pegawai tolak anak Suharso Monoarfa jadi Direktur Niaga Merpati
5 Maskapai tertarik ambil alih 19 rute penerbangan Merpati
Menteri Perhubungan belum izinkan Merpati terbang ke Jeddah