Menteri Susi imbau pejabat tak jadi perantara pencuri ikan
Kami sudah rebut kedaulatan nelayan Indonesia dengan susah payah. Penenggelaman kapal, konsensus nasional."
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kesal dengan oknum pensiunan pejabat menjadi broker atau perantara pelaku pencurian ikan. Kelakuan itu dinilai mencederai upaya pihaknya menegakkan kedaulatan nelayan Indonesia.
"Saya mengimbau semua pejabat atau pensiunan pejabat atau aparat untuk tidak lagi menjadi broker atau perantau atau operator atau pelobi daripada pelaku illegal fishing. Kami sudah rebut kedaulatan nelayan Indonesia dengan susah payah. Dengan penenggelaman kapal. Dengan konsensus nasional," kata Susi di kantornya, Jakarta, Rabu (21/10).
Susi meminta oknum tersebut menyingkirkan kepentingan pribadi dan ikut melindungi nelayan Indonesia.
"Jangan sampai ada lagi pensiunan-pensiunan pejabat tinggi yang melakukan kasak-kusuk, lobi-lobi baik di daerah maupun di pusat untuk bisa mendapatkan izin-izin yang tidak legal," katanya.
Di sisi lain, Susi juga mengungkapkan pelaku pencurian ikan terus melakukan berbagai cara untuk dapat menguras kekayaan laut Indonesia. Modus terbaru, pelaku pencurian ikan berkamuflase mendirikan perusahaan fiktif.
"Mereka pura-pura bikin perusahaan baru, membeli dari nelayan supaya ikan ilegal ini bisa ekspor, keluar dari Indonesia secara resmi. Padahal itu ikan dapat curian," katanya.
Dia menambahkan, perusahaan fiktif itu biasanya memanfaatkan kapal nelayan lokal untuk beroperasi mencuri ikan pada malam hari.
"Mereka pakai kapal lokal, isinya semua orang Filipina. KTP Indonesia, tapi diajak ngomong (bahasa Indonesia) tidak bisa."
Baca juga:
Bikin Satgas antipencurian ikan, Menteri Susi libatkan Pertamina
Menko Rizal ingin kapal ilegal diberikan ke nelayan secara gratis
Kebijakan Menteri Susi belum bikin nelayan sejahtera
Setop pencurian ikan, Susi kagumi ketegasan Sao Tome & Principe
Menteri Susi target pelarangan ekspor rumput laut pada 2020