Menteri Sri Mulyani Ungkap Subsidi Berpotensi Jebol Lewati Rp500 T Tahun ini
Sepanjang semester-I 2022, pemerintah telah membayarkan subsidi sebesar Rp 96,4 triliun. Realisasi tersebut baru 20,5 persen dari pagu yang dianggarkan. Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, tahun ini pemerintah berpotensi membayarkan subsidi lebih dari Rp 500 triliun.
Sepanjang semester-I 2022, pemerintah telah membayarkan subsidi sebesar Rp 96,4 triliun. Realisasi tersebut baru 20,5 persen dari pagu yang dianggarkan. Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, tahun ini pemerintah berpotensi membayarkan subsidi lebih dari Rp 500 triliun.
"Subsidi dalam hal ini semester-I mencapai Rp 96,4 triliun. Ini masih kecil karena kita perkirakan jumlah subsidi lebih dari Rp 500 triliun," kata Menteri Sri Mulyani Indrawati di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (1/7).
Subsidi tersebut akan digunakan untuk solar, LPG, pupuk, perumahan, dan KUR. "Ini semua selimut yang digunakan untuk melindungi masyarakat," katanya.
Realisasi penyaluran subsidi tersebut secara volume juga mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu. Subsidi untuk BBM naik menjadi 7 juta kiloliter (KL) dari seblumnya hanya 6,1 juta KL. Volume LPG 3 Kg naik menjadi 3,2 juta MT dari semula hanya 3 juta MT. Listrik bersubsidi juga naik menjadi 38,4 juta pelanggan dari semula 37,5 juta pelanggan.
Subsidi pupuk juga naik menjadi 4,1 juta ton dari 3,8 juta ton. Subsidi perumahan naik menjadi 63.200 dari 54.500 unit. Sedangkan subsidi KUR naik mnjadi Rp 171 triliun.
Dana Kompensasi Listrik Hingga BBM
Selain itu, dalam periode yang sama, pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar Rp 104,8 triliun untuk membayar kompensasi BBM dan listrik. Realisasi tersebut baru 35,7 persen dari pagu yang dianggarkan pemerintah.
"Per semester I realisasi kompensasi yang sudah dibayarkan pemerintah sebesar Rp 104,8 triliun atau 35,7 persen dari pagu," kata dia.
Dana tersebut digunakan untuk membayar kewajiban pemerintah atas penugasan penyediaan pasokan BBM dan listrik di dalam negeri. Sehingga total kompensasi BMM dan listrik tahun 2021 telah diselesaikan pada semester-I 2022.
Di sisi lain, dalam menghadapi tekanan global terhadap harga energi pemerintah menambah anggaran kompensasi sebesar Rp 275 triliun. Sehingga kompensasi yang perlu dibayarkan tahun oleh pemerintah sebesar Rp 293,5 triliun.
Dia menambahkan, sampai semester-I 2022 realisasi program Kartu Prakerja telah menyerap anggaran Rp 5,8 triliun atau 50,5 persen dari pagu yang dianggarkan. Selama 6 bulan, program ini telah diikuti 1,6 juta masyarakat pencari kerja.
(mdk/bim)