Menteri Sofyan: Kelembagaan di Pedesaan Masih Perlu Diperkuat
Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil mengatakan kelembagaan di Indonesia masih jauh dari kompetitifnes, sehingga perlu diperkuat hingga tingkat desa.
Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil mengatakan kelembagaan di Indonesia masih jauh dari kompetitifnes, sehingga perlu diperkuat hingga tingkat desa.
"Saya pikir secara kelembagaan Indonesia dan kelembagaan sosial sudah lebih baik tetapi ada masalah-masalah, misalnya masyarakat kita masih jauh dari kompetitifnes, kelembagaan di pedesaan walaupun sudah maju tetapi masih perlu diperkuat," kata Sofyan dalam sambutannya di HUT LP3ES, Kamis (19/8).
Oleh karena itu untuk memperkuat kelembagaan di Indonesia diperlukan peran Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi Sosial (LP3ES) untuk bisa memberdayakan masyarakat, salah satunya dalam bidang koperasi.
Dia menjelaskan, saat ini dibutuhkan koperasi yang kooperatif bukan 'kooperasi'. Dulu pendekatan pembangunan koperasi terlalu teknokratik dan banyak korupsinya, sehingga koperasi tidak kooperatif.
Di samping itu, Menteri Sofyan juga membahas terkait lembaga Bright Bangladesh Forum (BBF), yang merupakan sebuah organisasi pembangunan sukarela non-pemerintah yang membayangkan masyarakat yang damai, di mana orang-orang menjalani kehidupan yang bahagia, sehat dan bermartabat bebas dari diskriminasi, kekerasan dan kemiskinan, yang serupa dengan LP3ES.
Memang terdapat perbedaan antara lembaga Bright di Bangladesh dengan LP3ES. Dimana LP3ES didirikan untuk mencerahkan kaum intelektual, namun lembaga Bright tujuannya untuk menyelesaikan dan membantu pemerintah dalam pembangunan ekonomi masyarakat.
"Saya bisa melihat kita membandingkan dengan baik di Bangladesh, memang pendekatannya beda kalau LP3ES itu didirikan untuk mencerahkan kaum intelektual tapi bright di Bangladesh didirikan untuk mengatasi dan menyelesaikan membantu pemerintah untuk pembangunan Ekonomi masyarakat," jelasnya.
Kendati begitu, di berharap LP3ES juga bisa mencontoh lembaga Bright dari Bangladesh agar bisa berkontribusi lebih relevan kedepannya dan memberikan dampak yang luar biasa kepada bangsa Indonesia. "Apakah bisa kemudian LP3ES ke depan hingga 50 tahun yang akan datang akan terus memberikan kontribusi yang cukup relevan dan impact full kepada bangsa kita," pungkasnya.
Reporter: Tira Santia
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Pemuda Ini Menang Pilkades Disambut Warga Bak Artis, Dikawal Hansip Serasa Paspampres
Belum Ada Listrik, Begini Kondisi Memprihatinkan Desa di Mandailing Natal
Strategi Kemendag Dukung Ekspor Produk Desa
Potret Rumah Impian di Desa Halamannya Mengalir Sungai Berair Jernih, Indah Banget
Menengok Perkampungan Tersembunyi di Hutan, Siang Hari Kera jadi Kawan
Banyak Rumah Mewah, Ini Sekelumit Kisah dari Kampung Para Juragan Warteg di Tegal