Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Belum Ada Listrik, Begini Kondisi Memprihatinkan Desa di Mandailing Natal

Belum Ada Listrik, Begini Kondisi Memprihatinkan Desa di Mandailing Natal Warga Jakarta Belasan Tahun Hidup Tanpa Listrik. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Kondisi memprihatinkan dialami oleh salah satu desa di Mandailing Natal (Madina), Sumatra Utara (Sumut). Desa Banjar Lancat di Kecamatan Panyabungan Timur tersebut hingga saat ini masih belum dialiri listrik.

Selain itu, sarana telekomunikasi juga belum memadai di desa ini. Belum lagi akses menuju desa yang sangat memprihatinkan, di mana jalan menuju desa masih berupa tanah yang berlumpur jika turun hujan.

Minimnya fasilitas di desa ini juga dibenarkan oleh Kepala Desa Banjar Lancat, Pahri pada Senin (2/8).

Ia mengatakan, sebanyak 85 Kepala Keluarga (KK) di desanya masih menggunakan lampu teplok sebagai alat penerang di malam hari. Sementara untuk mendapatkan jaringan, warga terpaksa harus mencari titik-titik tertentu, kadang harus menempuh waktu berjalan kaki mencapai satu jam.

Melansir dari ANTARA, berikut informasi selengkapnya.

Tak Ada Jalan Aspal

Pahri mengatakan, di desanya belum ada jalan beraspal. Sejak desa tersebut berdiri, kondisi jalan menuju desa masih berupa tanah merah dan berlumpur.

Akibatnya, jalanan sepanjang 7 kilometer (km) di desa itu hanya bisa dilalui oleh kendaraan gardan doble. Ia sangat menyayangkan minimnya fasilitas tersebut yang sudah berlangsung puluhan tahun.

Hal ini membuat perekonomian warga desa menjadi sangat sulit untuk berkembang, karena susahnya mengangkut hasil perkebunan petani.

"Kalau hujan tidak bisa dilalui, kalau cuaca lagi normal hanya bisa dilalui kendaraan gardan dua," sebutnya.

Sudah Sering Keluhkan ke Pemerintah

Terkait kondisi desanya ini, Pahri mengaku warga setempat sudah sering mengusulkan kepada Pemerintah Daerah (Pemda), DPRD maupun kepada PLN, namun hingga saat ini belum terealisasi.Pemerintah Desa sebelumnya sudah mengucurkan anggaran Dana Desa (DD) untuk pembuatan jalan rabat beton sepanjang 3 km.Selain itu, untuk membuka akses desa dari daerah tertinggal, Pemda Madina juga telah melakukan pembukaan jalan sepanjang 8 km dari Banjar Lancat menuju Desa Rao-rao Panjaringan, Kecamatan Tambangan pada 2017 lalu. Namun jalan tersebut sekarang tidak bisa dilewati warga karena sudah banyak yang tertutupi material longsor.

(mdk/far)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP