Menteri Rini: Saya ganti Dirut Pertamina karena harus jaga ketersediaan premium
Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan pergantian Dirut tersebut demi terus meningkatkan peran Pertamina kepada masyarakat, terutama dalam menjaga pasokan BBM yang masih bersubsidi. Meski Pertamina memiliki produk BBM non subsidi seperti Pertalite dan Pertamax, namun masih banyak masyarakat yang membutuhkan Premium.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno beberapa hari lalu telah mengganti posisi Direktur Utama PT Pertamina (Persero) yang sebelumnya dijabat oleh Elia Masa Manik. Saat ini kepemimpinan sementara (Plt) Pertamina dijabat oleh Nicke Widyawati.
Di hadapan para generasi milenials di De Tjolomadoe, Rini mengatakan pergantian Dirut tersebut demi terus meningkatkan peran Pertamina kepada masyarakat, terutama dalam menjaga pasokan BBM yang masih bersubsidi.
"Kalau pemerintah sudah katakan barangnya (Solar, Premium dan Elpiji) harus tersedia, Pertamina harus melakukan karena Pertamina milik negara, milik bagsa. Maka itu saya lakukan perubahan. Saya harap Bu Nicke ini bisa lakukan fungsinya dan bagusnya lagi dia perempuan," kata Rini di De Tjolomadoe, Sabtu (28/4).
Rini mengaku, meski Pertamina memiliki produk-produk BBM nom subsidi seperti Pertalite dan Pertamax, namun masih banyak masyarakat yang membutuhkan Premium, Solar dan Elpiji. Untuk itu kestabilan pasokan harus benar-benar dijaga.
"Kita ini mengelola BUMN salah satilu fungsinya untuk kepentingan masyarakat Indonesia," tambah dia.
Ungkapan Rini ini muncul ketika salah satu generasi milenials menanyakan kepadanya mengenai apa rencana Menteri Rini dalam meningkatkan peran BUMN dalam pertumbuhan ekonomi. Pertanyaan tersebut disampaikan melalui media sosial.
Sebelumnya, Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Pertamina (Persero) memutuskan perubahan susunan direksi pada Jumat (20/4). Hasil RUPSLB tersebut memutuskan mengganti lima direksi.
Deputi Bidang Usaha Tambang, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno menuturkan, keputusan tersebut dilakukan bersama dan mendapatkan masukan dari Dewan Komsaris. Ada sejumlah hal jadi pertimbangan pergantian direksi. Pertama, ini dalam rangka memperkuat dan mempercepat implementasi holding. Kedua, melihat perkembangan kondisi terakhir.
Hal itu melihat kecelakaan pipa di Teluk Balikpapan dan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). "Komisaris sudah melakukan kajian implementasi yang sangat komprehensif selama satu bulan penuh bersama direksi dan sudah dilaporkan kepada kementerian," ujar dia.
Ia menambahkan, kehadiran direktur baru tersebut dapat mempercepat rencana bisnis yang ada. Hal itu diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Reporter : Ilyas Istianur Praditya
Sumber : liputan6
Baca juga:
Kementerian BUMN bakal laporkan pembuat & penyebar rekaman Menteri Rini ke polisi
Percakapan Menteri Rini dan Dirut PLN soal jatah saham dilakukan setahun lalu
Heboh Rini Soemarno & Dirut PLN bicara jatah saham, ini kata Sekretaris Menteri BUMN
Pemberhentian bos Pertamina oleh Menteri Rini timbulkan multitafsir di tahun politik
Djarot Kusumayakti dikabarkan bakal dicopot dari posisi Dirut Bulog
Kurangi impor vaksin, Menteri Rini minta BUMN kesehatan bersinergi
Menteri Rini pastikan CSR BUMN untuk keberagaman masyarakat