Djarot Kusumayakti dikabarkan bakal dicopot dari posisi Dirut Bulog
Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarmo dikabarkan tengah mempersiapkan Surat Keputusan (SK) mengenai pemberhentian Direktur Utama Perum BULOG Djarot Kusumayakti. Informasi yang diterima Liputan6.com, SK tersebut akan diserahkan kepada Djarot dalam waktu dekat.
Deputi Bidang Usaha Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro mengatakan memang akhir pekan lalu Djarot dipanggil Menteri Rini. "Iya memang ke sini (Kementerian BUMN). Jadi tunggu saja ya," kata Wahyu saat dikonfirmasi Liputan6.com, Senin (23/4).
Belakangan, kinerja Perum Bulog memang menjadi sorotan, terutama saat harga beras mengalami kenaikan beberapa waktu lalu. Tak hanya itu, pemerintah telah memberikan kuota impor beras kepada Perum Bulog sebesar 500 ribu ton.
Namun dalam pelaksanaannya hingga akhir Februari 2018, Bulog hanya mampu mendatangkan 261 ribu ton. "Sisanya tidak bisa didapatkan karena izinnya cuma diberikan sampai akhir Februari," kata Wahyu.
Bulog sendiri mendapatkan kuota impor tersebut pada awal Januari 2018. Dengan minimnya batas waktu yang diperoleh tersebut membuat perusahaan sedikit kesulitan mencari beras di beberapa negara.
Sebanyak 261 ribu ton yang diimpor Bulog tersebut adalah beras kategori umum seperti yang diperintahkan dalam izin impor dari berbagai negara, di antaranya Thailand, Vietnam, India, dan Pakistan. Jika impor beras 500 ribu ton tersebut bisa maksimal, seharusnya izin impor dikeluarkan pemerintah pada Oktober 2017.
Reporter: Ilyas Istianur Praditya
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya