Menteri Jonan targetkan PLN ubah 2.000 MW PLTD berbahan bakar sawit hingga 2020
Menurut Menteri Jonan, mengganti bahan bakar pembangkit dari BBM menjadi minyak sawit, akan mengurangi impor minyak mentah dan BBM. Selain mengurangi konsumsi BBM, penggunaan PLTD pada minyak sawit juga dapat mendorong pencapaian target bauran energi.
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, ingin penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) mengonsumsi minyak sawit. Hal ini untuk mengurangi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagai bahan bakar pembangkit.
Menteri Jonan mengatakan, sudah menyurati PT PLN (persero) untuk mengubah konsumsi bahan bakar PLTD yang produktifitasnya rendah, dari BBM menjadi minyak kelapa sawit. Total kapasitas PLTD yang diminta untuk diganti bahan bakarnya mencapai 2.000 Mega Watt (MW).
"Kita ubah lah, teknologi ada kirim surat ke PLN dalam dua tahun 2 ribu MW PLTD PLN yang kinerjanya khususnya itu sudah rendah diubah jadi pembangkit listrik minyak kelapa sawit bisa sampai 100 persen ada beberapa perusahaan PLTD sawit. Atau gunakan green diesel," kata Menteri Jonan, saat menghadiri peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) di Indonesian Convention Exhibition (ICE), BSD, Selasa (18/9).
Menurut Menteri Jonan, mengganti bahan bakar pembangkit dari BBM menjadi minyak sawit, akan mengurangi impor minyak mentah dan BBM. "Kurangi impor fuel crude dan produk BBM. Tahun 2025, atau 10 tahun lambat estimasi konsumsi BBM nasional 1,8-2 juta barel per hari. Impor jadi besar, kurs jadi terganggu. PLTD PLN itu harus diubah ke sawit atau green diesel," tuturnya.
Selain mengurangi konsumsi BBM, penggunaan PLTD pada minyak sawit juga dapat mendorong pencapaian target bauran energi. Saat ini porsi BBM dalam bauran energi mencapai 6 persen, sedangkan pada 2025 konsumsinya ditargetkan berkurang menjadi di bawah 1 persen.
"Mengenai BBM, saat ini konsumsi BBM di bauran energi itu 6 persen sekarang. Di 2025 itu bisa kurang dari 1 persen," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6
Baca juga:
Ini kata perusahaan sawit soal kebakaran lahan di Kalimantan Barat
Presiden Jokowi minta dukungan Ceko untuk sawit RI tetap masuk Eropa
ESDM apresiasi Pertamina perluas penjualan Solar campur 20 persen minyak sawit
Mengupas kendala di balik penerapan B20 di Indonesia
Menko Darmin soal penerapan B20: Ini pertaruhan negara, kita tidak main-main
Kemenhub sebut penerapan B20 masih harus ada penyesuaian
Genap berusia 25 tahun, Sinar Mas resmikan nama baru bisnis oleokimia