Menteri Jonan: Saat ini, tak ada yang bisa naikkan harga minyak
Menteri Jonan: Saat ini, tak ada yang bisa naikkan harga minyak. OPEC sebagai kumpulan produsen minyak saja tak mampu mengerek harga emas hitam itu. Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani mengatakan, dampak turunnya harga minyak dunia tak hanya dirasakan Indonesia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, menegaskan bahwa tak ada orang yang bisa menaikkan harga minyak dunia saat ini. OPEC sebagai kumpulan produsen minyak saja tak mampu mengerek harga emas hitam itu.
Menteri Jonan mengakui tak ada patokan harga yang pantas untuk minyak, sebab ini ditentukan pasar. Namun, para produsen menginginkan agar harga minyak berada di USD 70 per barel.
"Produsen maunya USD 60 hingga USD 70 per barel. Sekarang tidak ada yang bisa naikkan harga minyak. OPEC potong produksi naik sebentar tapi turun lagi," ucap Menteri Jonan dalam acara Economic Challenges di Jakarta, Jumat (24/3).
Di tempat sama, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani mengatakan, dampak turunnya harga minyak dunia tak hanya dirasakan Indonesia. Negara produsen lain seperti Rusia dan Arab Saudi juga merasakannya.
"Arab Saudi bahkan harus menggunakan cadangan devisa nutupin APBN mereka karena turunnya pendapatan karena harga minyak," kata Askolani.
Tak hanya itu, Askolani menyebut bahwa Arab Saudi terpaksa mengurangi subsidi BBM untuk rakyatnya, dan telah berdampak pada inflasi. "Arab Saudi sudah kurangi subsidi dan berdampak pada inflasi. Jadi tantangan ini bukan kita saja dan banyak negara lainnya."
Baca juga:
Harga minyak dunia turun usai laporan persediaan AS melimpah
Harga minyak dunia naik usai kekhawatiran pasar pasokan AS meningkat
Harga minyak naik di tengah penurunan persediaan AS
Harga minyak dunia turun dipicu melimpahnya stok negara industri
Kenaikan rig AS bikin harga minyak dunia turun
Pasokan AS melimpah, harga minyak dunia terus turun
Harga minyak dunia turun akibat persediaan AS terus naik