LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menteri Basuki siapkan beleid awasi kualitas pengembang rumah subsidi

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR), Basuki Hadimuljono, mengatakan pemerintah sedang mendesain mekanisme pengawasan pembangunan rumah bersubsidi. Nantinya, mekanisme pengawasan pembangunan rumah subsidi akan dituangkan dalam sebuah Peraturan Menteri (Permen).

2017-08-22 15:27:03
Rumah murah
Advertisement

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR), Basuki Hadimuljono, mengatakan pemerintah sedang mendesain mekanisme pengawasan pembangunan rumah bersubsidi. Nantinya, mekanisme pengawasan pembangunan rumah subsidi akan dituangkan dalam sebuah Peraturan Menteri (Permen).

"Ini sudah kami buat mekanisme pengawasannya. Setelah pengalaman kami di lapangan. Saya minta di cek dulu sebelum saya jadikan permen. Sebelumnya kan diserahkan kepada bank. Bank yang ngawasi," ungkapnya di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (22/8).

Mantan Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum ini mengatakan pemerintah, khususnya Kementerian PUPR, akan terus mengawal program rumah subsidi yang telah dicanangkan oleh Presiden Jokowi.

"Subsidi itu kan uang negara, saya punya tanggung jawab melindungi kostumer itu," kata dia.

Masih terkait perumahan, Menteri Basuki mengakui masih sedikit Pemerintah Daerah yang serius dalam pelaksanaan program perumahan. Sebagai contoh, belum cukup banyak daerah yang menyederhanakan proses perizinan pembangunan rumah.

"Itu pun masih terus kita monitor. Untuk pemerintah daerah menyederhanakan aturan-aturan itu. Di Pontianak itu hanya 3,5 jam izin itu bisa keluar," pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR), Lana Winayanti, mengakui masih menemukan adanya rumah bersubsidi yang belum ditempati masyarakat. "Untuk tahu ketepatan sasaran, secara rutin kami monitoring ke lapangan. Banyak rumah yang tidak dihuni," ungkapnya.

Dia menjelaskan yang menjadi alasan mendasar rumah tersebut belum ditempati dikarenakan belum sesuainya rumah yang sudah jadi dengan kesepakatan yang dilakukan saat melakukan akad kredit. Seperti kontruksi rumah maupun komponen pendukung seperti saluran sanitasi dan listrik yang belum memadai.

"Karena belum sesuai keinginan mereka (masyarakat). Konstruksinya kurang bagus."

Tak hanya itu, Lana pun meminta dalam pembangunan rumah bersubsidi, pengembang juga memperhatikan karakter atau kondisi daerah setempat. "Desain rumah kurang perhatian arsitektur lokal. Satu rumah ke rumah lain bentuknya sama. Side plannya standar," katanya.

Baca juga:
Masih banyak pengembang nakal, sanksi pemerintah dinilai belum tegas
Rumah subsidi tak ditempati bisa ganggu program pemerintah Jokowi
5 Fakta di balik keengganan masyarakat tempati rumah subsidi
Pemerintah akui kualitas rumah subsidi kurang baik
Banyak rumah subsidi enggan ditempati, ini hasil penelusuran pemerintah
Survei: 86 persen konsumen properti sebut proses KPR terlalu ruwet
Bank tanah jadi solusi kelangsungan proyek rumah murah

Advertisement
(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.