LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menteri Basuki: Perubahan Iklim Sama Seperti Covid-19, Masih Ada Orang Tidak Percaya

Meski ancaman perubahan iklim merupakan tantangan nyata, namun masih saja ada orang yang tidak percaya dengan hal tersebut. Dia lantas menyamakannya dengan krisis pandemi.

2021-10-27 10:30:00
Kementerian PUPR
Advertisement

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menyinggung soal tantangan perubahan iklim yang menurutnya punya kemiripan seperti kasus pandemi Covid-19.

Meski ancaman perubahan iklim merupakan tantangan nyata, namun masih saja ada orang yang tidak percaya dengan hal tersebut. Dia lantas menyamakannya dengan krisis pandemi, di mana ada saja sekelompok orang yang menyangkal adanya virus corona.

"Dalam kondisi sekarang, saya membayangkan perubahan iklim itu kayak Covid-19. Perubahan iklim itu sudah ada dan terjadi, tapi masih juga ada orang yang enggak percaya perubahan iklim," kata Menteri Basuki saat acara puncak Hari Habitat dan Kota Dunia 2021 secara virtual, Rabu (27/10).

Advertisement

"Persis dengan Covid-19. Covid-19 ini ada, tapi ada sebagian penduduk yang tidak percaya, sehingga vaksinasi pun enggak mau. Ada PCR enggak mau. Ada antigen bahkan enggak mau, hanya karena persepsinya covid itu buatan. Jadi menurut saya hampir sama," ujarnya.

Padahal, ancaman perubahan iklim itu memiliki wujud yang lebih jelas dan nyata. Hal itu menurutnya harus diantisipasi agar kenaikan gas emisi tidak sampai benar-benar mengancam.

"Perubahan iklim itu ada sebab dan akibatnya. Kalau ada sebabnya berarti kita bisa mencegahnya, kalau ada dampaknya kita bisa mengurangi atau beradaptasi dengan perubahan iklim," seru Menteri Basuki.

Advertisement

Mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi), ia menyebut, penyebab perubahan iklim yang paling nyata karena adanya pertambahan penduduk secara global, khususnya di kawasan perkotaan.

Menurut dia, angka pertambahan penduduk di perkotaan potensi mencapai lebih dari 60 persen. Warga baru ini pastinya nanti bakal membutuhkan hunian sebagai tempat bernaung.

"Kita ketahui, setiap hunian itu menggerakkan tidak kurang dari 140 industri lainnya. Mau air conditioning, mau hairdryer, mau ricecooker, mau kulkas, pasir, bata. Itu semua membutuhkan energi," ucap Menteri Basuki.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Survei: Pemilih Muda Nilai Perhatian Partai atas Isu Krisis Iklim Masih Rendah
7 Kota Paling Panas di Indonesia, 4 di Antaranya di Pulau Jawa
Berita Cuaca Hari Ini di Indonesia, Waspada Peringatan Dini Wilayah Cuaca Ekstrem
Kelebihan Masyarakat yang Tinggal di Daerah Beriklim Muson Tropis, Punya Tanah Subur
Rayakan Hari Pangan Sedunia, Kelompok Tani Ledhok Timoho Antisipasi Krisis Pangan

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.