Rayakan Hari Pangan Sedunia, Kelompok Tani Ledhok Timoho Antisipasi Krisis Pangan
Merdeka.com - Kelompok Tani Lansia Produktif (KTLP) Ledhok Timoho peringati Hari Pangan Sedunia 16 Oktober 2021 dengan menanam sayuran mandiri di sebuah lahan kosong terbengkalai, yang dulunya digunakan untuk membuang sampah sembarangan oleh orang luar.
Selain itu, kebun pangan tersebut juga dimaksudkan untuk mengantisipasi krisis pangan perkotaan karena ancaman perubahan iklim mendatang.
Lahan berukuran sekitar 1000 meter persegi tersebut ditanami ragam sayuran di antaranya kangkung, sawi, bayam, cabai dan lainnya sedari Maret 2021 dan sudah panen setiap minggunya guna mengurangi pengeluaran untuk konsumsi pangan dan kebutuhan pangan di masa pandemi.
Masyarakat Ledhok Timoho yang sebagian besar bekerja di sektor informal tersebut memang menjadi kelompok yang terdampak pandemi, sehingga dengan adanya kebun pangan ini menjadi cukup terbantu untuk mencukupi sayuran sehari-hari.
Alternatif Hadapi Krisis Pangan dan Stunting

©2021 Merdeka.com/ Hari pangan sedunia 2021
"Kami sudah membentuk 220 kelompok petani kota dan kampung sayur,” terang Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi pada Minggu (24/10) dalam acara syukuran Kebun Tani Lansia Produktif Ledhok Timoho.
Kebun sayur Ledhok Timoho akan menambah daftar kampung yang memiliki kebun sayur mandiri.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Sugeng Purwanto juga menambahkan pemerintah memang sedang menggalakkan program pekarangan sayur sebagai upaya untuk mengurangi stunting. Selain itu, ini juga bisa menjadi alternatif untuk mengatasi krisis pangan karena ancaman iklim terkait produksi pangan seperti kegagalan panen di desa.
"Pekarangan sayur di berbagai kelurahan di kota Yogyakarta yang kini berjumlah 220 titik itu, kalau digabungkan, dapat menjadi penambah pasokan pangan kita di kota, dan ini sangat menguntungkan," ungkapnya.
Ledhok Timoho sendiri adalah desa organik yang tercipta karena semakin berkurangnya lahan untuk tempat tinggal di wilayah perkotaan yang semakin padat. Komunitas ini diawali oleh TAABAH (Tim Advokasi Arus Bawah) yang membentuk sekolah Gajah Wong untuk sarana belajar anak-anak jalanan yang belum terdaftar administrasinya di kependudukan.
Bambang Sudiro ketua komunitas kampung Ledhok Timoho berharap ke depannya komunitas Ledhok Timoho bisa terakui secara administratif karena hal tersebut merupakan hak setiap warga negara.
“Besar harapan kami terhadap Bapak Wakil Walikota untuk memperhatikan kondisi sosial Kampung Ledhok Timoho,” tandasnya dalam sambutan acara tersebut.
(mdk/amd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya