Menteri Basuki Beberkan Urgensi Ibu Kota Pindah Keluar Jawa
Wacana ibu kota Indonesia pindah dari Jakarta kembali bergaung. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan agar pusat pemerintahan bisa ditempatkan di luar Jawa. Menteri Basuki menuturkan ada banyak pertimbangan kenapa ibu kota harus dipindahkan dari Jakarta. Salah satunya terkait faktor daya dukung.
Wacana ibu kota Indonesia pindah dari Jakarta kembali bergaung. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan agar pusat pemerintahan bisa ditempatkan di luar Jawa. Lantas, apa urgensi pembangunan ibu kota baru ini?
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menuturkan ada banyak pertimbangan kenapa ibu kota harus dipindahkan dari Jakarta. Salah satunya terkait faktor daya dukung.
"Banyak sekali, jadi itu salah satunya daya dukung Jakarta. Bukan hanya kemacetan atau banjir, tidak, tapi daya dukungnya sendiri," ungkap dia di Jakarta, Selasa (30/4).
Kemudian, dia melanjutkan, faktor persebaran penduduk juga turut menjadi salah satu pertimbangan utama. "Penduduk di Jawa ini kan 57 persen (dari total penduduk Indonesia), di Sumatera 21 persen. Jadi untuk penyebaran juga," sambungnya.
Faktor berikutnya, yakni pemerataan pembangunan di Nusantara. Dia menyatakan, berpindahnya ibu kota akan membantu pembangunan infrastruktur di wilayah lain yang kini tengah diusung pemerintah.
Saat ditanya lebih lanjut soal ibu kota pindah ini, Menteri Basuki menyebutkan, pemerintah akan memproyeksikan untuk membangun kota mandiri baru untuk dijadikan ibu kota, bukan memindahkannya. "Iya, buat kota baru," tandasnya.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Pemindahan Ibu Kota Butuh Waktu 10 Tahun
Bappenas Hitung Pemindahan Ibu Kota Telan Dana Hingga Rp 466 T
Menteri PUPR: Rencana Ibu Kota Pindah Muncul Setahun Lalu, Berkonsep Pancasila
Ketua Komisi II DPR Sepakat dengan Jokowi atas Wacana Pemindahan Ibu Kota RI
Rencana Pemindahan Ibukota dan Nasib Jakarta
Pemindahan Ibukota dan Nasib Jakarta
Presiden Jokowi Setuju Ibu Kota Pindah Keluar Jawa, Berikut Alasannya