LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menteri Bahlil: 7 Negara Antre Ingin Masuk ke Industri Baterai Kendaraan Listrik RI

Pada Rabu (15/9) lalu, dua perusahaan asal Korea Selatan yakni Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution telah memulai proses groundbreaking pabrik baterai mobil listrik di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

2021-09-17 16:30:00
Kendaraan Listrik
Advertisement

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menyebut bahwa sejumlah perusahaan dari berbagai negara dunia kini tengah antre masuk Indonesia. Sekitar 7 negara dikatakannya mau ikut serta dalam pembangunan industri baterai mobil listrik yang telah dimulai di Indonesia.

"Jadi ini ada sekitar 6-7 negara yang akan masuk ke Indonesia. Makanya Indonesia akan kita jadikan sebagai negara pusat produsen baterai mobil listrik," ujar Bahlil dalam sesi teleconference, Jumat (17/9).

Pada Rabu (15/9) lalu, dua perusahaan asal Korea Selatan yakni Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution telah memulai proses groundbreaking pabrik baterai mobil listrik di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Advertisement

Bahlil menyatakan, Korea Selatan bukan satu-satunya negara yang akan ikut serta dalam pergerakan industri baterai kendaraan listrik di Tanah Air.

"Jadi tidak benar cuma Korea saja. Tidak ada satu negara pun di dunia mengatur di Indonesia. Jadi kita memberikan ruang kompetisi yang fair. Kita harus mampu menciptakan nilai tambah di Indonesia," tegasnya.

Menurut catatannya, akan ada negara asal Eropa hingga Asia Tenggara yang turut serta membangun industri baterai mobil listrik di Indonesia. Kendati begitu, dia belum mau membocorkan secara spesifik siapa saja yang kelak akan terlibat.

Advertisement

"Jadi Eropa pun akan masuk, China pun sudah teken CATL. Kemudian ada salah satu negara lagi di Asia Tenggara yang ini akan masuk, mungkin bulan Oktober saya teken MoU-nya, baru saya umumkan," ungkapnya.

"Tunggu saya teken dulu baru umumkan. Kebetulan Kementerian Investasi punya satu pola, kerjakan dulu baik-baik, yakinkan dulu baik-baik, baru sampaikan pada publik. Kalau baru masih dalam pikiran, kami belum berani untuk mengumumkan," tegas Bahlil.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Setelah Korea, China akan Groundbreaking Pabrik Baterai Kendaraan Listrik di RI
Menteri Bahlil: Hyundai Mulai Produksi Mobil Listrik di Mei 2022
Menteri Bahlil: Negara Tetangga Tak Mau Indonesia jadi Produsen Baterai Dunia
Menteri Bahlil: Negosiasi Pabrik Baterai Listrik Tak Libatkan Konsultan Asing
Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Bakal Serap 1.100 Tenaga Kerja

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.