Mensos targetkan pengalihan bantuan beras ke BPNT selesai 2019
Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita menargetkan, pengalihan bantuan sosial berupa beras sejahtera ke Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) selesai pada 2019.
Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita menargetkan, pengalihan bantuan sosial berupa beras sejahtera ke Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) selesai pada 2019.
Hal itu disampaikannya dalam acara Penguatan Kapasitas Pendamping Bantuan Sosial Pangan di Batam, Kepulauan Riau. Kegiatan itu sekaligus sebagai cara untuk membangun sinergitas dalam proses penyaluran bantuan sosial secara cepat, tepat, dan akurat.
Dia juga menyampaikan, pemerintah terus berupaya mengubah bantuan sosial yang diberikan ke dalam bentuk nontunai. Diharapkan, penerima bisa menggunakan bantuan sesuai kebutuhan.
"Targetnya, awal Februari 2019, Insya Allah kita bisa 100 persen transformasikan dari Rastra menjadi BNPT," kata Agus.
Politikus Golkar itu merinci target transformasi setiap tahunnya. Tahun 2018, ditargetkan selesai 70 hingga 80 persen. "Dan kini pencapaiannya masih menuju target," ungkap dia.
Agus mengakui, banyak transformasi rastra ke BPNT masih memiliki beberapa kendala Salah satunya masalah teknologi di beberapa daerah.
"Daerah terluar dan daerah yang keberadaan sinyal telekomunikasi masih sulit itu perlu dapat dukungan dari kementerian lain," ucapnya.
Dalam mengatasi kendala itu, Kemensos yang berafiliasi dengan Kemenko PMK dibantu PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk melakukan pengadaan jaringan di daerah. Diharapkan keterbatasan jaringan tidak menjadi kendala penerapan BPNT.
Selain itu, Agus menjelaskan bantuan yang diberikan berdasarkan data yang diperoleh kementerian dari pemerintah daerah. Jika terjadi perbedaan realisasi dengan data yang diajukan, dia meminta masyarakat memahaminya.
"Karena anggarannya enggak bisa mencakup semua. Negara ini yang diurus banyak sekali, ada kemiskinan, bencana, dan lain sebagainya," ujar dia.
Meskipun begitu, Agus menyatakan pemerintah tetap memberi perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat. Hal itu ditunjukkan melalui peningkatan anggaran pengentasan kemiskinan setiap tahunnya.
Ditambahkan, Direktur Penanganan Fakir Miskin Wilayah 1 Naziarto, tujuan lain kegiatan ini ialah untuk mensinergikan antara pemerintah daerah guna mendukung program program dari pemerintah pusat sehingga bantuan yang sudah di berikan cepat tepat dan akurat.
Hal ini bisa di wujudkan dengan pendekatan yang meliputi 4 karakter masyarakat wilayah setempat yaitu pendekatan budaya, antropologis, sosialogis dan pendekatan agamis.
Dengan terwujudnya penguatan kapasitas pendampingan dalam penyaluran bantuan sosial dan terjadinya sinegitas antar semua pihak yang terkait maka diharapkan proses penyaluran bantuan menjadi lebih efektif sehingga KPM segera memanfaatkan bantuan tersebut.
(mdk/hrs)