Menperin harap Wuling Motors bantu dongkrak produksi otomotif RI
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berharap diresmikannya PT SGMW Motors Indonesia (Wuling Motor) bisa membantu mendongkrak industri otomotif di Indonesia. Di mana, investasi perusahaan ini mencapai USD 700 juta dengan target produksi sebesar 120.000 per tahun.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berharap diresmikannya PT SGMW Motors Indonesia (Wuling Motor) bisa membantu mendongkrak industri otomotif di Indonesia. Di mana, investasi perusahaan ini mencapai USD 700 juta dengan target produksi sebesar 120.000 per tahun.
"Saya mengucapkan selamat untuk PT SGMW Motor Indonesia atas peresmiannya hari ini. Kehadiran SGMW Motor diharapkan mampu mendongkrak kapasitas produksi hingga menjadi 1,2 juta unit per tahun," ujar Airlangga di Pabrik PT SGMW Motor Indonesia, Cikarang, Selasa (11/7).
Dia mencatat, industri otomotif telah mempekerjakan 900.000 tenaga kerja di Indonesia secara langsung maupun tidak langsung. Dengan pasar industri sebesar 1,1 juta dan ekspor sebesar 200.000 hingga hari ini, di mana produksi otomotif nasional mencapai 600.000 atau hampir 60 persen berada di kawasan Cikarang.
"Industri otomotif telah menjadi industri andalan yang menopang pertumbuhan ekonomi nasional dengan kontribusi di sektor non migas mencapai 10,47 persen, terbesar ketiga di bawah induatri makan dan minuman, dan komputer, elektronik, dan peralatan listrik," imbuhnya.
Dia berharap, dengan perbaikan perekonomian nasional, maka pendalaman industri otomotif juga akan semakin dalam. Dengan dibuatnya roadmap industri baja diharapkan akan menjadikan ketersediaan bahan baku untuk industri otomotif bisa terjamin hingga tahun 2019.
Baca juga:
Wuling Motors libatkan 3.000 pekerja Indonesia produksi mobil China
Wuling Motors harap bisa tingkatkan ekonomi Indonesia
Ini strategi Wuling Motor untuk kalahkan mobil Jepang
Kemenperin optimis industri tekstil RI tumbuh 1,8 persen di 2017
Ekspor tekstil tak bergairah, pengusaha kurangi jam kerja karyawan
Perluasan 2.200 hektar kawasan industri Konawe gerus lahan pertanian
7 Tahun tak buat laporan keuangan, Bos PT PDP didenda Rp 77 miliar