Menko Rizal mulai irit bicara soal perseteruan dengan RJ Lino
Menko Rizal memilih menghindar saat awak media meminta tanggapannya soal pernyataan RJ Lino.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli bungkam soal perkataan Direktur Utama RJ Lino yang menyebut pernyataan Menko Rizal melalui media massa sangat menyesatkan.
Para awak media yang telah menunggunya sejak pukul 13.00 WIB harus menanggung kecewa, lantaran menteri yang terkenal dengan jurus 'Rajawali Kepret' nya ini tak bergeming. Dirinya berdalih harus segera menuju bandara dan terbang ke Palu, Sulawesi Tengah sehingga tidak bisa melayani pertanyaan media.
"Maaf ya saya harus ke Sulawesi," ujar dia di kantornya, Jakarta, Jumat (18/9).
Menko Rizal juga tak berkomentar terkait pembangunan kereta pelabuhan serta pemasangan iklan dalam skala besar oleh PT Pelindo II (Persero).
Sebelumnya, serangan urat saraf Menko Rizal pada bos Pelindo RJ Lino karena dia menilai PT Pelindo menjadi biang kerok masalah lamanya proses bongkar muat pelabuhan atau dwelling time.
Lamanya proses dwelling time memang belakangan membuat Presiden Joko Widodo murka. Presiden bahkan telah meminta kepolisian untuk menyelidiki para mafia pelabuhan yang menyebabkan panjangnya proses bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Soal pengelolaan Pelabuhan Tanjung Priok, Menko Rizal Ramli menebar ancaman ke PT Pelindo II. Terutama jika mereka menolak pembangunan kereta pelabuhan.
"Karena mungkin bisnisnya kan kalau ada kereta api bisa berkurang. Sebab itu kami mau tegas, kali ini tidak ada lagi penolakan. Kalau menolak kita kepret! Esensinya harus ada jalur KA ke lokasi unloading," kata Rizal yang ditemui di Kantornya, Jakarta.
Baca juga:
RJ Lino: Pernyataan Rizal Ramli menyesatkan
Pembelaan bos Pelindo RJ Lino dari kepretan Menko Rizal & kritik DPR
Pasang iklan, RJ Lino tak berniat hantam Rizal Ramli
Pangkas proyek 35 ribu MW, PLN sebut Rizal Ramli dapat bisikan
Rizal Ramli sebut RI tak mau terjepit konflik China dan Amerika
JK sebut penghidupan jalur KA pelabuhan oleh Menko Rizal ide lama