Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pasang iklan, RJ Lino tak berniat hantam Rizal Ramli

Pasang iklan, RJ Lino tak berniat hantam Rizal Ramli Dirut Pelindo II RJ Lino. ©Courtesy by Youtube

Merdeka.com - Direktur Utama PT Pelindo II Richard Joost Lino menegaskan pemasangan iklan sebuah proyek merupakan strategi yang sering dipakai guna menjaring investor. Ini diungkapnya demi merespon kritik Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli terkait pemasangan iklan proyek Pelabuhan New Priok secara besar-besaran di dua media nasional.

"Gini ya perusahaan itu ada biaya marketingnya, kan baru ada peristiwa besar yang datang ke kita, investor perlu tahu, iklan itu kan bukan hari ini, saya sudah omongi lebih dari 10 kali iklan seperti itu," ujarnya saat ditemui di DPR-RI, Jakarta, Rabu (16/9).

Menurutnya, megaproyek itu sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Makanya, dia merasa perlu untuk menginformasikan kepada investor lewat iklan.

"New Tanjung Priok itu proyek yang sangat istimewa, investor harus tahu. Jadi menurut saya orang kalau datang ke Indonesia harus tahu infrastruktur di Indonesia kayak apa, negeri ini tidak ada infrastruktur segede itu," jelasnya

Berdasarkan itu, menurut Lino, megaproyek tersebut banyak mendapat dukungan kalangan pengusaha. Dia membantah pemasangan iklan tersebut juga dimaksudkan untuk menyerang Rizal Ramli.

"Jadi kalau pak Rizal Ramli bilang bahwa hantam dia, saya tidak tahu hantam dari mana? yang mana dihantam? dan saya tidak ada tujuan untuk itu," katanya. "Jadi saya bingung sendiri statement seperti itu, kan kalian tahu statement bankir, ketua Kadin, semua sangat positif, jadi kalau Pak Rizal ngomong gitu, saya tidak tahu."

Kemarin, Rizal Ramli mengkritik tindakan R.J Lino memasang iklan besar-besaran di dua media nasional. Menurutnya, pemasangan iklan itu dimaksudkan untuk mempertahankan argumen yang belum tentu benar.

"Tidak bisa lawan saya dia pasang iklan. R.J Lino pasang iklan di Kompas empat halaman Rp 4 miliar, kemudian di Bisnis Indonesia Rp 8 miliar. Ini pemborosan luar biasa menunjukkan sikap semena-mena, memang duit nenek moyangnya apa ini, jangan gitu lah."

(mdk/yud)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP