Menko Luhut soal pencemaran di Sungai Citarum: Saya sangat ngeri jadinya
Salah satu masalah lingkungan yang membuat dia miris adalah pencemaran yang terjadi di Sungai Citarum, Jawa Barat. Dia menjelaskan, sebanyak 340.000 ton limbah yang berasal dari 3.400 industri dibuang ke Citarum setiap hari. Pemerintah tidak akan segan menindak pelaku industri yang terbukti turut berkontribusi.
Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, menegaskan komitmen pemerintah dalam penanganan sampah dan pencemaran lingkungan. Salah satu masalah lingkungan yang membuat dia miris adalah pencemaran yang terjadi di Sungai Citarum, Jawa Barat.
"Saya sangat ngeri malah jadinya. Ikan yang di sana sudah heavy poluted. Sudah tidak laik makan. Kalau generasi yang akan datang makan itu, nanti anaknya stunting. Apa kita mau ini," ungkapnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (7/8).
Dia menjelaskan, sebanyak 340.000 ton limbah yang berasal dari 3.400 industri dibuang ke Citarum setiap hari. "Bagaimana tidak rusak? Mati kita kalau begitu," tegas dia.
Dia mengatakan pemerintah tidak akan segan menindak pelaku industri yang terbukti turut berkontribusi pada pencemaran Citarum. "Kita tindak, tapi kita cari equilibrium-nya. Jangan sampai tutup ada lay off lagi karyawannya," ujar mantan Menko Polhukam ini.
Pemerintah, kata dia, amat serius menangani sampah mulai dari bantaran sungai hingga wilayah laut. Sebab, hampir 80 persen sampah laut dibawa oleh aliran sungai.
"Jadi orang bilang kenapa Pak Luhut ngurusin Citarum, memang harus hulu ke hilir, jadi kita bikin satu tim," tegasnya.
Baca juga:
Perbaiki kualitas air, Luhut berencana relokasi perusahaan di DAS Citarum
Polisi kembali bongkar dugaan pembuangan limbah industri ke Sungai Citarum
Buang limbah ke Sungai Citarum, pabrik tekstil di Karawang ditutup
Pembenahan Sungai Citarum dipercepat guna pengentasan banjir
5 Sungai tercemar di dunia, salah satunya di Indonesia
Menko Luhut: Butuh 7 tahun buat Sungai Citarum kembali bersih
Mengerikan, ada bakteri baru di Sungai Citarum akibat banyaknya sampah