Menko Luhut: Presiden panggil Arcandra itu untuk kebaikan Indonesia
"Saya ingin mengimbau, kita tidak ingin berpolemik Pak Candra. Biarkan proses yang jalan," ujar Luhut.
Kasus dwi kewarganegaraan yang menyeret nama mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, membuatnya terdepak dari kabinet Jokowi-JK. Perannya di Kementerian ESDM kini digantikan sementara oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan.
Saat ditemui di Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Menko Luhut enggan berspekulasi mengenai permasalahan yang menimpa Arcandra.
"Oleh karena itu pada 17 Agustus ini saya ingin mengimbau kita tidak ingin berpolemik Pak Candra. Biarkan proses yang jalan," ujarnya.
Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM ini meminta kepada semua pihak untuk tidak meributkan sosok seperti Arcandra bila dipanggil oleh Presiden Jokowi.
"Kalau memang pada waktunya presiden memutuskan memanggil orang seperti Candra untuk membenahi sektor energi kita, itu tidak perlu lagi kita berkomentar sepanjang itu. Untuk kebaikan Indonesia," tuturnya.
Dirinya juga memuji Arcandra sebagai menteri yang rajin berkoordinasi dengan kementerian yang membawahinya, untuk memperbaiki sektor energi di Tanah Air.
"Saya tentu melihat seluruh proses yang dibuat, pak Candra selama hampir 3 Minggu selalu info ke saya soal kebijakan dan programnya untuk perbaikan sektor energi," pungkasnya.
Baca juga:
Bicara dari hati ke hati, Luhut kembali sebut Arcandra orang baik
Arcandra Tahar mendadak temui Presiden Jokowi di Istana
Istana belum tentukan pengganti Arcandra Tahar
Novanto mengaku tak beri saran ke Jokowi soal pengganti Arcandra
Ketabahan Arcandra didepak Jokowi dari kabinet
Siapa pengusung Arcandra Tahar ke meja Jokowi?
KPK bantah pernah lakukan pembicaraan khusus dengan Arcandra