LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menko Luhut manfaatkan teknologi Korsel kelola sampah

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan akan memanfaatkan teknologi yang dimiliki Korea Selatan untuk mengelola sampah di Indonesia. Hal ini sesuai dengan keinginan pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang bersih dari sampah plastik di laut, juga memiliki sungai yang bersih.

2017-12-20 12:58:18
Luhut Panjaitan
Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan kerja ke kantor Perdana Menteri Lee Nak-Yeon di Seoul, Korea Selatan, Selasa (19/12). Dalam pertemuan tersebut dibicarakan isu-isu kemaritiman dan strategis antar kedua negara.

Dia menyatakan akan memanfaatkan teknologi yang dimiliki Korea Selatan untuk mengelola sampah di Indonesia. Hal ini sesuai dengan keinginan pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang bersih dari sampah plastik di laut, juga memiliki sungai yang bersih.

"Kami ingin sudah memulai dengan program bersih-bersih sampah dan mengolahnya menjadi tenaga listrik di delapan kota besar, Presiden menginginkan kota-kota lain juga bisa melakukan ini. Korea memiliki teknologi yang bisa kami manfaatkan, kami punya bahan bakunya. Seperti baterai lithium," kata Luhut melalui keterangan resminya, Rabu (20/12).

Advertisement

Nantinya, lanjut Luhut, teknologi tersebut akan digunakan untuk membersihkan Sungai Citarum. "Termasuk yang sedang kami kerjakan saat ini yaitu pembersihan sungai Citarum yang dikenal sebagai sungai paling kotor di dunia. Sebelumnya tidak ada yang menyentuh hal ini," imbuhnya.

Menko Luhut juga menawarkan banyak area yang tersedia untuk berinvestasi seperti pengembangan wisata air dan pengembangan energi pasang surut di wilayah timur Indonesia. Seperti investasi di bidang akuakultur, pariwisata dan pengawasan garis pantai terutama di wilayah perairan Natuna.

"Sebenarnya sebelum saya menjabat sebagai Perdana Menteri, saat saya menjadi gubernur di wilayah selatan Korea Selatan, saya pernah berniat untuk menanamkan modal di wilayah Natuna, tetapi belum terealisasi. Saat inilah waktu yang tepat berinvestasi di sana," ujar PM Lee.

Advertisement

Baca juga:
Resmi, Presiden Joko Widodo bentuk badan pengelola dana haji
Bulog gelar operasi pasar daging sapi dan kerbau seharga Rp 80.000 per Kg
Kemenkeu: 200 desa pengelola Dana Desa terkena OTT
5 Cerita lucu dan miris bisnis Presiden Jokowi, termasuk ditolak diteruskan anaknya
Dari target 4,38 juta ha, realisasi perhutanan sosial baru capai 1,33 juta ha

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.