LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menko Luhut ingin gandeng Korea produksi baterai mobil listrik dalam negeri

Mantan Menko Polhukam itu mengatakan, pemerintah Indonesia ingin menggalang kerja sama dengan negeri ginseng yang punya kemampuan memproduksi baterai lithium. Menurut dia, Indonesia memiliki pasokan material baterai lithium yang melimpah tetapi hingga saat ini masih melakukan impor produk tersebut.

2017-11-23 13:47:06
mobil listrik
Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan ingin menggandeng Korea Selatan untuk memproduksi baterai lithium mobil listrik. Luhut mengatakan, hal itu dibahas dalam pertemuannya dengan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Taiyoung Cho di Kantornya, Kamis (23/11).

"Dengan Korea tadi kami bicara mengenai baterai lithium untuk mobil listrik. Karena mereka leading (terdepan) soal baterai," katanya seperti dikutip dari Antara.

Mantan Menko Polhukam itu mengatakan, pemerintah Indonesia ingin menggalang kerja sama dengan negeri ginseng yang punya kemampuan memproduksi baterai lithium. Menurut dia, Indonesia memiliki pasokan material baterai lithium yang melimpah tetapi hingga saat ini masih melakukan impor produk tersebut.

Advertisement

"Kita mau buat kerja sama karena di Indonesia material banyak, kenapa mesti impor," katanya.

Luhut mengatakan dengan kerja sama tersebut, nantinya anak-anak muda Indonesia dari kampus-kampus teknologi akan diajak terlibat dalam penelitian mengenai produksi baterai lithium. "Nanti mereka kita kaitkan untuk penelitian di Korea, atau mereka datang ke sini," katanya.

Hal lain yang dibahas dengan Dubes Cho, lanjut Luhut, adalah transfer teknologi di bidang perkeretaapian dengan negeri ginseng.

Advertisement

Korea akan menjadi penyedia rolling stock atau rangkaian kereta untuk Light Rail Transit (LRT) Jakarta fase pertama melalui Hyundai Rotem, bagian dari Hyundai Motor Grup. Untuk fase kedua, Korea juga telah sepakat untuk menginvestasikan USD 500 juta untuk pembangunan proyek transportasi pendukung Asian Games 2018.

Luhut berharap dari mana pun keretanya nanti, harus ada transfer teknologi dalam pengadaannya. "Kita mau kualitas bagus dengan harga yang bagus. Nanti saya panggil, kita lihat biaya kita bisa kita kurangi lagi yang tidak perlu," katanya.

Baca juga:
Tesla rilis mobil listrik baru, lebih kencang dari mobil sport berbasis bensin!
Kesan pertama jajal mobil listrik Nissan Note e-Power
Siap masuk Indonesia, ini 4 kelebihan Nissan Note e-Power
Pemerintah siapkan insentif agar mobil listrik murah, target selesai akhir 2017
Jika insentif pajak rampung akhir ini, Indonesia masuk era mobil listrik 2018

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.