Menko Luhut dorong BMKG perbarui sistem peringatan dini bencana alam
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperbarui peralatan seperti radar cuaca, system peringatan dini (early warning system).
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengaku prihatin atas kejadian gempa dan tsunami yang menimpa Kabupaten Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Atas kejadian itu, pihaknya mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperbarui peralatan seperti radar cuaca, system peringatan dini (early warning system).
"Jadi kita yang penting contingency kita ada dan memperbaiki BMKG kita. Tadi kita sepakati bahwa alat-alat dari BMKG harus diperbarui," kata Menko Luhut di Kantornya, Jakarta, Senin (1/10).
Luhut juga menyayangkan, ada beberapa sistem peringatan seperti buoy-buoy atau alat pendeteksi gempa dan tsunami yang telah dicuri oleh orang tak bertanggung jawab.
"Kita juga harus mengingatkan masyarakat agar jangan buoy-buoy (pelampung) sebagai early warning system itu jangan dicuri seperti yang terjadi di Aceh dan wilayah lain. Karena akan fatal akibatnya dan dapat menimbulkan banyak korban jiwa. Saya kira masyarakat harus mengetahui itu," sebut Menko Luhut.
Diketahui, Kabupaten Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah hingga kini masih menjadi kota mati usai diguncang gempa 7,4 SR, Jumat (28/9) lalu. Tak hanya ratusan jiwa melayang, tercatat ratusan bangunan serta fasilitas umum luluhlantak hingga nyaris rata dengan tanah.
Hingga Minggu, 30 September kemarin, sebanyak 832 korban tewas telah ditemukan dan teridentifikasi. Dan di hari itu juga, warga yang meninggal dunia dikuburkan secara massal.
Baca juga:
Sri Mulyani: Kita tidak melupakan Lombok
Pemerintah siap tambah dana bantuan bencana Palu dan Donggala
Pemerintah susun instrumen keuangan baru khusus penanganan bencana
Rayakan ulang tahun ke-71, ini harapan Menko Luhut
Terdesak kebutuhan, korban gempa Palu ambil barang di mini market
Jokowi tentukan status bencana gempa & tsunami Palu usai tinjau lokasi