Menko Luhut beberkan pentingnya kelapa sawit bagi perekonomian Indonesia
Sektor kelapa sawit juga memiliki kontribusi yang signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dan penciptaan kesejahteraan terhadap petani kecil. Sehingga dalam hal ini dapat membantu memperkecil angka kemiskinan di Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengakui kelapa sawit memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia. Sebab, ekspor kelapa sawit memiliki kontribusi nomor dua terbesar setelah batubara dengan nilai ekspor USD 18,5 miliar di tahun 2017 dengan volume mencapai 31 juta ton.
"Gimana pentingnya palm oil buat kita, CPO (crude palm oil) punya pengaruh sangat besar terhadap ekspor Indonesia. Memang batubara paling tinggi, tapi konstan kelapa sawit nomor dua," ungkapnya pada saat mengisi seminar Harian Kompas dan Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), di Borobudur Hotel, Jakarta, Selasa (8/5).
Menurut Luhut, dengan capaian terbesar tersebut, sektor kelapa sawit juga memiliki kontribusi yang signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dan penciptaan kesejahteraan terhadap petani kecil. Sehingga dalam hal ini dapat membantu memperkecil angka kemiskinan di Indonesia.
"Sektor kelapa sawit juga menyerap tenaga kerja kurang lebih 17,5 juta orang baik secara langsung maupun tidak langsung dan menciptakan kesejahteraan kepada kurang lebih 2,3 juta petani kecil. Oleh karena itu peran sektor kelapa sawit kepada pengentasan kemiskinan sangat besar," papar Luhut.
Untuk mendukung sektor sawit, pemerintah juga tengah melakukan pengembangan terhadap perkebunan kelapa sawit itu sendiri. Semua pihak perlu memperhatikan aspek lingkungan agar menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan.
"Oleh karena itu pemerintah mengambil langkah moratorium perluasan lahan sawit, restorasi lahan gambut, dan mencegah alih fungsi lahan-lahan konservasi," tandasnya.
Baca juga:
Jelang musim kemarau, ini strategi pemerintah Jokowi cegah kebakaran hutan
Produsen CPO dunia akan kumpul di Roma lawan kampanye negatif Uni Eropa
Industri sawit RI, serap 16 juta pekerja dan penyumbang devisa Rp 300 T per 2017
Selain upah, ini daftar ketidakadilan pada buruh penghasil emas hijau Indonesia
Upah murah dan tanpa uang lembur, potret kelam buruh sawit Tanah Air