Menko Darmin soal isu perang dagang : Tidak perlu direspons grasa-grusu
Menko Darmin menjelaskan, rezim multilateral perdagangan global sekarang ini cenderung bergejolak terutama setelah AS melakukan langkah yang tidak mengikuti pakem multilateral.
Perekonomian global saat ini tengah bergejolak dan penuh ketidakpastian. Terutama setelah perang dagang antara Amerika Serikat dan China menjadi kenyataan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan bahwa Indonesia siap merespons kondisi apapun. Namun, respons yang dilakukan tidak perlu dilalukan terburu-buru.
"Dengan adanya perang dagang, normalisasi kebutuhan moneter di negara maju semua itu ya pasti punya dampak pada kita, dan harus merespons tapi tidak perlu juga grasa - grusu karena malah itu mempercepat bisa-bisa ikutan mendorong runtuhnya," kata Menko Darmin saat ditemui dalam.acara ultah Kemenko Perekonomian yang ke 52, di kantornya, Minggu (22/7).
Menko Darmin menjelaskan, rezim multilateral perdagangan global sekarang ini cenderung bergejolak terutama setelah AS melakukan langkah yang tidak mengikuti pakem multilateral.
"Anda ingat pada waktu kita mulai melounching soal globalisasi, waktu zaman globalisasi itu terkenal dengan ucapan suka tidak suka, mau tidak mau siap tidak siap kita harus membuka diri dan lebih terbuka berdagang secara internasional, investasi dan sebagainya," ujarnya.
Dia menegaskan, meski terkena dampak tapi Indonesia akan baik-baik saja.
"Kita percaya bisa menjawab ini walaupun dampak pasti kena, karena bukan kita yang melakukan inisiatif, tapi kita harus menjawab, sehingga memang kebetulan sekali kita selain perang dagang dan normalisasi kebijakan moneter negara maju."
Baca juga:
Pengusaha farmasi AS tiap tahun minta tarif impor khusus produk RI dicabut
Kemendag beberkan strategi Indonesia hindari dampak negatif perang dagang
Ini hal penting harus diwaspadai RI dari perang dagang AS-China
Tanggapan bos BI soal GPN disebut jadi penyebab AS bersiap perang dagang dengan RI
Tangkal dampak perang dagang, pemerintah ajak masyarakat cintai produk dalam negeri