Menko Darmin soal impor Juli naik 62 persen: Waduh, serem amat
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, impor Juli tidak seharusnya dibandingkan dengan periode Juni 2018. Mengingat, pada Juni terdapat 2 minggu libur panjang yang mengakibatkan perusahaan berhenti beroperasi sementara.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor Juli 2018 sebesar USD 18,27 miliar. Angka ini naik 62,17 persen apabila dibandingkan dengan impor pada Juni 2018. Impor ini merupakan terbesar sejak Januari 2008.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, impor Juli tidak seharusnya dibandingkan dengan periode Juni 2018. Mengingat, pada Juni terdapat 2 minggu libur panjang yang mengakibatkan perusahaan berhenti beroperasi sementara.
"Saya ingin menyinggung mengenai data neraca perdagangan kita dari BPS, judulnya di laporannya bunyinya agak bisa memancing perhatian, memberi efek negatif bahwa impor bulan juli itu meningkat 62 persen, bunyinya gitu. Waduh serem amat," ujar Menko Darmin di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (15/8).
Menko Darmin mengatakan, khusus impor non migas yang naik 71 persen di Juli, sebenarnya dipicu oleh penurunan impor 38 persen di Juni. Di mana pada Juni, perusahaan cenderung menahan diri melakukan produksi akibat karyawan libur.
"Tapi sebenarnya, bahwa kalau non migas saja itu 71 persen tapi itu kejadiannya dari bulan Mei ke Juni itu impor drop 38 persen. Kenapa? liburnya banyak bulan Juni, orang tidak ekspor impor sehingga drop," jelasnya.
Oleh karena itu dengan adanya penjelasan tersebut, seharusnya perhitungan perbandingan impor harus dilakukan secara bulan ke bulan sesuai masa efektivitas masa kerja. Dalam hal ini ekspor impor Juli ke Mei 2018.
"Tapi kalau dihitung impor dari Mei ke Juli langsung kita lupakan legokan ke bawah (Juni) naiknya cuma 3,5 persen. Walaupun saya tidak bermaksud mengatakan itu sudah bagus karena tetap saja defist neraca perdagangan membesar," jelasnya.
Baca juga:
Indonesia masih butuh impor jagung, ini sebabnya
OJK keluarkan paket kebijakan dorong ekspor dan perekonomian nasional
4 Aspek ekonomi RI turun tajam akibat tertekan gejolak dunia
Respons PLN saat diminta Jokowi untuk kurangi impor
OJK terbitkan paket kebijakan tingkatkan perekonomian nasional