Menko Darmin: Setiap tahun negara keluarkan Rp 50 T untuk persawahan
Dengan demikian, sangat penting bagi pemerintah untuk meningkatkan fungsi irigasi di persawahan. Menurutnya, masih banyak sistem irigasi yang tidak melewati sawah, sehingga air tidak mengaliri sawah dengan baik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan ketahanan pangan masih menjadi permasalahan tersendiri di Indonesia. Sebab, meski pemerintah telah mengeluarkan anggaran lebih untuk hal ini, namun masalah pangan di Indonesia tetap tidak selesai.
"Setiap tahun kita keluarkan anggaran Rp 50 triliun untuk 3 input pangan. Yaitu subsidi pupuk, pencetakan sawah, dan pembangunan irigasi. Tapi hasilnya berapa? Sepadan tidak dengan itu? Kita sangat risau melihat itu," kata Darmin di Hotel Pullman, Jakarta, Senin (28/11).
Dengan demikian, sangat penting bagi pemerintah untuk meningkatkan fungsi irigasi di persawahan. Menurutnya, masih banyak sistem irigasi yang tidak melewati sawah, sehingga air tidak mengaliri sawah dengan baik.
Dia menambahkan, sistem irigasi juga harus dilengkapi dengan embung atau cekungan penampung. Hal ini untuk mengatur dan menampung suplai aliran air hujan serta untuk meningkatkan kualitas air di badan air yang terkait, seperti sungai dan danau.
"Menteri Pertanian selalu bilang 60 persen atau 70 persen sawah teririgasi. Kita sudah hitung tidak keluar angka itu, kalau bisa hanya 40 persen," pungkasnya.
Baca juga:
Bos OJK: Pembiayaan perbankan di sektor pertanian masih rendah
Impor masih tinggi, Mentan bakal buka lahan penanaman buah
Perajin: Terus terang, kualitas cangkul China lebih baik
Impor dihentikan, apa kabar proyek cangkul nasional?
Warga berebut buah gratis di Thamrin
Cuaca ekstrem, petani Bantul disarankan majukan masa tanam
Ini strategi pemerintah antisipasi 'pedasnya' harga cabai