Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cuaca ekstrem, petani Bantul disarankan majukan masa tanam

Cuaca ekstrem, petani Bantul disarankan majukan masa tanam Ilustrasi Petani. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Hujan deras dengan intensitas tinggi terus mengguyur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak beberapa minggu lalu, kondisi ini membuat para petani mengubah masa tanam. Jika tidak, maka penanaman padi terancam gagal panen.

Di Kabupaten Bantul, petani memilih memajukan masa tanam padi. Hal ini dilakukan karena tanaman padi lebih tahan terhadap genangan air.

"Kita gerakkan para penyuluh untuk memajukan musim tanam padi. Tanaman padi cocok ditanam di musim hujan seperti ini," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, Pulung Haryadi saat dihubungi, Jumat (25/11).

Pulung menjelaskan kondisi hujan berintensitas tinggi ini membuat air di lahan pertanian melimpah. Kondisi ini dianggapnya sangat cocok dengan karakteristik tanaman padi.

"Padi itu termasuk tanaman suka air. Selama tidak terendam sampai di ujungnya, masih oke, musim tanam padi kita ajukan satu bulan, jadi September," tuturnya.

Menurut Pulung, sebelum ada instruksi memajukan musim tanam, biasanya di bulan-bulan September-November para petani lazim menanam palawija. Hal ini dilakukan karena kondisi cuaca belum hujan dan kalaupun hujan intensitasnya rendah.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian DIY, Sasongko menganjurkan para petani yang memiliki lahan rentan terendam air agar menanam varietas Padi Inpari 30. Varietas ini dianggap memiliki kelebihan, yaitu tahan terhadap rendaman air dalam jumlah yang melimpah.

"Ditanami padi tidak masalah. Sepanjang air terus mengalir dan tidak menggenang. Gunakan verietas Padi Inpari 30 karena lebih tahan terhadap banjir," pungkas Sasongko.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP