LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menko Darmin sebut inflasi September 0,13 persen masih baik

"Angka inflasinya baik. Artinya, kalau rata-rata bulanannya itu 0,2 sampai 0,25 itu oke," ujar Darmin.

2017-10-03 09:56:42
Kemenko Perekonomian
Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution angkat bicara mengenai inflasi September 2017 yang mencapai 0,13 persen. Menurut dia, angka inflasi tersebut masuk dalam kategori baik.

"Angka inflasinya baik. Artinya, kalau rata-rata bulanannya itu 0,2 sampai 0,25 itu oke," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/10).

Darmin meyakini, tren inflasi akan menanjak pada bulan November hingga Desember 2017. Itu disebabkan cuaca di sejumlah daerah mengalami keburukan.

Advertisement

"Hujannya datang, sehingga penanaman ketiga itu bisa. Enggak banyak mungkin tapi itu akan mengamankan pangan kita sampai dengan panen Maret. Volatile rasanya aman," jelasnya.

Diberitakan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada September 2017 terjadi inflasi sebesar 0,13 persen, meningkat dari Agustus 2017 yang mengalami deflasi sebesar 0,07 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, tingkat inflasi tahun kalender (Januari-September) 2017 sebesar 2,66 persen dan secara tahun ke tahun (September 2017 terhadap September 2016) sebesar 3,72 persen.

Advertisement

"Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran," kata Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Senin (2/10).

Dari 82 kota IHK, 50 kota mengalami inflasi dan 32 kota mengalami deflasi. Di mana inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 1,59 persen dan terendah terjadi di Mamuju dan Depok sebesar 0,01 persen.

Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 1,04 persen, dan terendah terjadi di Tembilahan sebesar 0,01 persen.

Dari kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan, di antaranya kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,34 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,21 persen.

Kelompok sandang sebesar 0,52 persen. Kelompok kesehatan sebesar 0,16 persen. Kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 1,03 persen. Dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen. Sedangkan kelompok bahan makanan mengalami penurunan sebesar 0,53 persen.

Baca juga:
Miliki generasi milenial besar, RI akan rajai ekonomi digital ASEAN
Darmin: Perpres percepatan pelaksana usaha sudah ditandatangani Presiden Jokowi
Menko Darmin minta dana Rp 79,7 M bangun gedung khusus Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Menko Darmin optimis serapan anggaran kementerian capai 95 persen hingga akhir tahun
Pemerintah terbitkan regulasi kelola ekosistem mangrove

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.