Menko Darmin: Kita tak bisa hindari dampak perang dagang
Perang dagang antara negara besar tidak dapat dihindari, dan dampaknya tentu saja akan langsung terasa pada nilai tukar Rupiah yang sudah pasti akan terdepresiasi atau melemah terhadap dolar Amerika.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengakui bahwa Indonesia tidak bisa menghindari dampak dari trade war (perang dagang) yang saat ini sedang menjadi isu global. Mau tidak mau, Indonesia harus mampu menghadapi perang dagang tersebut.
"Kita percaya bahwa kita bisa menjawab ini (perang dagang) walaupun dampaknya pasti kena, enggak bisa enggak, karena bukan kita yang melakukan inisiatif (menyerukan)," kata Menko Darmin di kantornya, Minggu (22/7).
Perang dagang antara negara besar tidak dapat dihindari, dan dampaknya tentu saja akan langsung terasa pada nilai tukar Rupiah yang sudah pasti akan terdepresiasi atau melemah terhadap dolar Amerika.
"Kita enggak bisa menghindari yang namanya perang dagang dan sebagainya yang ujung-ujungnya itu pasti mempengaruhi kurs, nilai tukar."
Selain itu, arus modal pun otomatis akan terganggu. Oleh sebab itu Bank Indonesia (BI) dalam beberapa bulan ke belakang telah melakukan salah satu langkah antisipasi dengan cara menaikkan suku bunga acuan.
"Nah BI sudah naikkan tingkat bunga beberapa kali, pemerintah juga sudah mulai merumuskan bagaimana caranya mempercepat kenaikan ekspor atau mengurangi dan memperlambat impor terutama migas."
Baca juga:
Menko Darmin soal isu perang dagang : Tidak perlu direspons grasa-grusu
Pengusaha farmasi AS tiap tahun minta tarif impor khusus produk RI dicabut
Kemendag beberkan strategi Indonesia hindari dampak negatif perang dagang
Ini hal penting harus diwaspadai RI dari perang dagang AS-China
Tanggapan bos BI soal GPN disebut jadi penyebab AS bersiap perang dagang dengan RI
Tangkal dampak perang dagang, pemerintah ajak masyarakat cintai produk dalam negeri