LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menko Darmin: Donald Trump marah karena The Fed terus naikkan suku bunga acuan

Menko Darmin mengakui, bukan hanya negara lain yang geram dengan keputusan tersebut bahkan Presiden AS Donald Trump pun menentangnya.

2018-07-22 12:45:00
Rupiah
Advertisement

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) beberapa hari ini bergerak melemah. Bahkan, nilai tukar sempat menyentuh level Rp 14.500-an per USd.

Pelemahan Rupiah terjadi sejak bank sentra AS, The Fed kembali mengumumkan untuk kembali menaikkan suku bunga acuan mereka.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasutioan menyebutkan bahwa AS menaikkan kembali suku bunga acuan untuk menaikkan tingkat inflasi di negeri Paman Sam tersebut.

Advertisement

"Empat hari yang lalu itu Jerome Powell, Gubernur The Fed itu mengumumkan bahwa The Fed akan mem push supaya inflasi di AS meningkat, kan persoalan mereka inflasi terlalu rendah," kata Menko Darmin di kantornya, Minggu (22/7).

Menko Darmin mengakui, bukan hanya negara lain yang geram dengan keputusan tersebut bahkan Presiden AS Donald Trump pun menentangnya.

"Bukan cuma kita, bahkan Trump saja mulai marah, ini The Fed kerjaannya menaik-naikan tingkat bunga saja. Sudah ada itu komentar itu dari Trump," ujarnya.

Advertisement

Kondisi sebaliknya justru terjadi di China. Di sana, mata uang mereka sengaja dibuat terdepresiasi atau melemah terhadap Dolar Amerika.

"China, dia biarin mata uangnya melemah ya dia biarin saja, kenapa? Supaya barangnya lebih murah di AS. Begitu mata uang dia terus melemah dia gak mau intervensi, nah negara-negara di sekitar dia ikut melemah."

Baca juga:
Menko Darmin sebut nilai tukar dalam bahaya jika tembus Rp 20.000 per USD
Pelemahan Rupiah 4 tahun terakhir jauh lebih baik dibanding 1998
Rupiah terjatuh hingga 14.500 per USD, BI pastikan Indonesia tak sendiri
BI dituding jadi salah satu penyebab Rupiah terpuruk hingga 14.500/USD, ini alasannya
Rupiah terpuruk sentuh 14.500 per USD, ini respons Menko Darmin
BI soal Rupiah merosot ke Rp 14.500: Masalah di Donald Trump

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.