Rupiah terpuruk sentuh 14.500 per USD, ini respons Menko Darmin
Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) melemah hingga menyentuh level Rp 14.500 per USD pada perdagangan hari ini. Angka ini menyusul adanya pernyataan Gubernur Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell yang mengindikasikan konsistensi menaikkan suku bunga acuan empat kali tahun ini.
Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan tebakan atas kenaikan suku bunga tersebut membuat pasar keuangan merespons langsung. Kemudian, berdampak pada penguatan USD dan berujung pada pelemahan Rupiah.
"Mereka melangkah mengambil kebijakan kan ada hubungannya dengan ucapan dari Gubernur The Fed mengenai dia akan push segera mengejar supaya tingkat bunga, inflasi di atas 2 persen. Orang membacanya dia mau naikin ini beneran," ujar Menko Darmin saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Jumat (20/7).
Menko Darmin mengatakan, pergerakan nilai tukar ini masih bisa berubah sesuai dengan kondisi perekonomian global. Indonesia sendiri akan terus mencari upaya dalam menghentikan laju pelemahan Rupiah dengan menyiapkan beberapa kebijakan.
"Gini, segala sesuatu itu masih bisa naik dulu atau turun lagi, itu masih bergerak begitu. Jadi jangan terlalu dianggap itu sudah keseimbangan baru," jelasnya.
"Jadi kita sendiri mengambil kebijakan. BI ngambil, pemerintah ngambil ya seperti penerapan biodiesel ini. Ini hubungannya dengan kebijakan-kebijakan semua itu loh," tandasnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya