LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menko Darmin: Defisit tidak berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, defisit tidak akan memberi dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi. Namun demikian, dia belum dapat memastikan defisit akan terus berlanjut ke Maret 2018.

2018-03-15 17:37:55
Defisit Melebar
Advertisement

Neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit dua kali berturut-turut pada Januari dan Februari 2018, masing masing sebesar USD 0,21 miliar dan USD 0,68 miliar. Hal ini pun dikhawatirkan akan memberi dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2018.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, defisit tidak akan memberi dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi. Namun demikian, dia belum dapat memastikan defisit akan terus berlanjut ke Maret 2018.

"Belum tahu. Kadang ada efek seasonal (musiman). Jangan dulu pakai proyeksi dalam situasi berubah. (Dampak kepada pertumbuhan ekonomi) Tidak akan langsung berdampak," ujar Darmin di Kantornya, Jakarta, Kamis (15/3).

Advertisement

Darmin menjelaskan, defisit Februari lebih disebabkan kinerja ekspor yang mengalami perlambatan, sementara impor lebih cepat berjalan. "Ekspornya kalau dilihat bulan ke bulan cenderung melambat, bahkan bulan Februari ke Januari itu negatif. Migas dan non-migas atau total antara 3 sampai 4 persen. Tapi impornya lebih cepat lagi, tidak bagus sebenarnya," jelasnya.

Terkait perang dagang dan proteksionisme akibat kebijakan Amerika Serikat (AS) yang berlangsung dalam beberapa waktu belakangan, Darmin menyebut tidak banyak mempengaruhi neraca perdagangan Indonesia. Namun, kebijakan tersebut membuat harga barang yang dikirim ke Amerika Serikat menjadi lebih murah.

"Kalau soal perang dagang, proteksionisme. Kita kan persaingan dengan AS tidak banyak, produk kita dengan AS beda. Sehingga, kalau dia melakukan proteksionisme, itu tidak terlalu banyak kena produk kita," jelasnya.

Advertisement

"Dampaknya ke kita barangkali dilihat dari konsumen, harga barang lebih murah. Namanya dia mulai cari pasar lain. Tapi dilihat dari produk produsen itu tidak bagus. Itu ada persaingan yang membuat harga relatif murah," tandasnya.

Baca juga:
Menko Darmin: Kelapa sawit paling besar peranannya dalam menggerakkan ekonomi
Indonesia siap adaptasi kemudahan berinvestasi dari Vietnam hingga Malaysia
Tingkatkan ekspor, pemerintah dorong realisasi aturan pelaksanaan berusaha
Pemerintah tak khawatir penahanan harga BBM buat peringkat utang turun
Pengenaan bea impor baja AS dikhawatirkan pengaruhi daya saing industri RI

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.