Menko Darmin Beri Sinyal Akan Revisi APBN 2019, Ini Sebabnya
Untuk 2018, Menko Darmin mengatakan, memang tidak dilakukan perubahan terhadap APBN. Hal tersebut seiring dengan akan berakhirnya lima tahun pemerintahan Jokowi-JK.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution memberi sinyal akan melakukan revisi atau perubahan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN-P) 2019. Ini diperlukan untuk penyesuaian (adjustmen) terhadap kondisi ekonomi tahun berjalan.
"Ya adalah APBN-P. Ya siapapun pemenang (pemilihan presiden) pasti akan ada APBN-P. Ya karena setiap tahun itu ada APBN-P karena ada adjustment," ujar Menko Darmin di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (3/1).
Untuk 2018, Menko Darmin mengatakan, memang tidak dilakukan perubahan terhadap APBN. Hal tersebut seiring dengan akan berakhirnya lima tahun pemerintahan Jokowi-JK.
"Kemarin itu kan tidak ada APBN-P karena juga sudah tahun terakhir sehingga ya tidak perlu ada APBN-P. Tapi secara normal APBN-P itu ada. (APBN-P tidak ada) ya kecuali memang perubahan hampir tidak ada (pada pendapatan maupun belanja)," kata Menko Darmin.
Mantan Direktur Jenderal Pajak tersebut melanjutkan, perubahan terhadap APBN dapat disebabkan oleh naik atau turunnya harga komoditas yang kemudian mempengaruhi pendapatan dan belanja. Termasuk salah satunya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mengikuti perkembangan dunia.
"Segala macam. dunia ini kan bergerak. (Termasuk harga BBM) Ya kita lihat lah, tapi bukan hanya karena itu. Tapi kalau segala macam berubah pasti ada APBN-P," tandasnya.
Baca juga:
BNPB Keluhkan Turunnya Anggaran di 2019, Ini Jawaban Sri Mulyani
Serahkan DIPA 2019, Jokowi Pesan Setiap Rupiah Bermanfaat Genjot Kesejahteraan Rakyat
Kemenkeu Siapkan Rp 3 triliun Dana APBN untuk Pembiayaan Mikro di 2019
Cerita Sri Mulyani Gunakan Media Sosial Sampaikan Kondisi APBN
Biayai APBN 2019, Kemenkeu Terbitkan Surat Utang USD 3 Miliar