LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menkeu soal deflasi: Itu sesuai harapan BI jaga harga pangan tetap stabil

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Agustus 2017 mengalami deflasi sebesar 0,07 persen. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Agustus) sebesar 2,53 persen dan secara tahun ke tahun (Agustus 2017 terhadap Agustus 2016) sebesar 3,82 persen.

2017-09-04 17:58:36
Sri Mulyani Indrawati
Advertisement

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Agustus 2017 mengalami deflasi sebesar 0,07 persen. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Agustus) sebesar 2,53 persen dan secara tahun ke tahun (Agustus 2017 terhadap Agustus 2016) sebesar 3,82 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, deflasi 0,07 persen merupakan yang diharapkan. Seperti harapan Bank Indonesia bahwa volatile food harus distabilkan dan sudah menghasilkan beberapa bulan terakhir ini.

"Ya kan bagus (0,07 persen), memang yang kita harapkan dengan sekarang adanya bahwa harga pangan volatile dianggap sebagai sumber dan setelah melakukan upaya seperti harapan BI bahwa volatile food harus distabilkan dan sudah menghasilkan beberapa bulan terakhir ini adalah kestabilan," kata Sri Mulyani di DPR RI, Jakarta, Senin (3/9).

Dengan begitu, kata dia, daya beli harus ditingkatkan sehingga dengan inflasi rendah daya beli akan naik dan ekonomi akan tumbuh lebih sehat.

"Oleh karena itu tren sekarang harus dijaga saja, dari sisi inflasi karena itu sangat baik tentu dari sisi lain daya beli harus ditingkatkan sehingga dengan inflasi rendah daya beli naik, ekonomi akan tumbuh lebih sehat," katanya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Agustus 2017 mengalami deflasi sebesar 0,07 persen. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Agustus) sebesar 2,53 persen dan secara tahun ke tahun (Agustus 2017 terhadap Agustus 2016) sebesar 3,82 persen.

"Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,67 persen dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,60 persen," ujar Kepala BPS Suhariyanto dikantornya, Senin (4/9).

Dia menambahkan, dari 82 kota IHK, sebanyak 47 kota mengalami deflasi dan 35 kota mengalami inflasi. Di mana, deflasi tertinggi terjadi di Ambon sebesar 2,08 persen dan terendah terjadi di Samarinda sebesar 0,03 persen.

Sementara inflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe sebesar 1,09 persen dan terendah terjadi di Batam sebesar 0,01 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,26 persen.

Kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,10 persen. Kelompok sandang sebesar 0,32 persen. Kelompok kesehatan sebesar 0,20 persen. Dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,89 persen.

Sedangkan, komponen inti pada Agustus 2017 mengalami inflasi sebesar 0,28 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Agustus) 2017 mengalami inflasi sebesar 2,15 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Agustus 2017 terhadap Agustus 2016) sebesar 2,98 persen.

Advertisement

Baca juga:
Hingga Agustus 2017, penerimaan pajak RI capai Rp 685 triliun
Menkeu yakin bisa jaga jatuh tempo utang RI di atas 7 tahun
Operasional sembilan perusahaan milik bos First Travel dihentikan
Menkeu sebut 62 persen utang negara pinjam dari masyarakat
Juli 2017, penumpang KRL Commuter Line Jabodetabek capai 27 juta orang
Dalam sebulan, penumpang angkutan laut naik 18,7 persen jadi 1,8 juta

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.