Menkeu Bambang sebut Indonesia sedang tumbuh, wajar punya utang
Menkeu menyebut rasio utang Indonesia masih lebih baik bahkan dibanding negara maju.
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sesumbar jika pemerintah bakal mengurangi porsi utang luar negeri secara perlahan. Saat ini, menurutnya, posisi rasio utang terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) berada pada kisaran 25 persen.
"Kita ingin turunkan rasio utang ke PDB. Hari ini 25 persen. Jepang 200 persen, Amerika Serikat (AS) 100 persen. Di negara lain rasio utangnya capai 80-90 persen," ucap Bambang di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (29/4) malam.
"Jadi saya rasa ini masih lebih baik," tambahnya.
Bambang menambahkan, Indonesia masih memiliki utang atau defisit anggaran karena biaya belanja pemerintah lebih besar dibanding penerimaan. "Utang itu baru muncul kalau ada defisit. Kenapa defisit muncul, kita belanja lebih besar dari penerimaan. Indonesia itu negara yang masih tumbuh. Masih sangat wajar pakai strategi defisit, beda sama negara maju," tuturnya.
Namun, lanjutnya, hal yang terpenting yakni menjaga defisit anggaran maksimal 3 persen. "Itu pentingnya sifat konservatisme dari menteri keuangan. Yang ada di undang-undang keuangan, negara defisit maksimal 3 persen itu sudah bagus, tidak terperangkap masalah keuangan negara," tandasnya.
Baca juga:
Jokowi soal utang asing Rp 2.600 triliun: Kita jangan terus alergi
Meski tetap utang, Jokowi sebut masih banyak solusi buat ekonomi
Pemerintahan Jokowi-JK sadar utang bukan segalanya
SBY: Jokowi keliru soal utang IMF
Dibela anak buah, Jokowi tak berani lawan IMF dan Bank Dunia