Menhub Jonan: Bandara di beberapa daerah sangat ironi dan tak layak
"Kalau mengerjakan sesuatu atau membangun bandara jangan pakai waktu lama."
Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan mengkritik keberadaan beberapa bandara terutama terminal penumpang di daerah yang tidak layak untuk beroperasi. Padahal, terminal penumpang adalah sarana utama bandara sehingga harus mendapat perhatian serius.
"Kondisi bandar udara dan terminal penumpang di beberapa daerah ironi karena tidak layak dan pembangunan terkatung-katung, padahal membangun sarana bandar udara tidak butuh waktu lama," kata Jonan seperti ditulis Antara di Bandara Matahora, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara, Senin (9/5).
Jonan mencontohkan, pembangunan terminal bandara Matahora, Wakatobi hanya membutuhkan waktu satu tahun saja. "Kalau mengerjakan sesuatu atau membangun bandara jangan pakai waktu lama karena masih banyak bandara dan pelabuhan penyeberangan yang harus diselesaikan," ujarnya.
Terminal bandar udara Matahora yang dikerjakan dalam tahun 2015 menelan anggaran Rp19 miliar yang bersumber dari APBN.
Bandara Matahora dengan panjang landasan 2000 meter menunjang program pariwisata nasional, khususnya Wakatobi sebagai destinasi wisata utama.
Turut hadir pada seremoni peresmian terminal bandar udara Matahora, yakni Menteri Pariwisata Arif Yahya, Ketua Komisi V DPR dan Sekprov Sultra Lukman Abunawas.
Baca juga:
Menhub Jonan resmikan terminal bandara di Wakatobi senilai Rp 19 M
Lebaran, Angkasa Pura II tambah penerbangan malam selama 10 hari
2017, Kalla Bukaka rencana jual garbarata ke Australia
Triwulan I 2016, AP I catat jumlah penumpang naik hingga 19,6 juta
Pemerintah akan bangun jalur integrasi ke Bandara Adi Soemarmo
Berangus calo, AP II perbaiki layanan pengiriman jenazah di bandara
Ini yang Terjadi Pada Koper Saat di Ruang Bagasi Bandara