Menhub Dudy Purwagandhi Tegaskan Pentingnya Keselamatan Pelayaran Jelang Nataru 2025/2026
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menekankan pentingnya Keselamatan Pelayaran bagi masyarakat pesisir Sulawesi Utara dan Gorontalo, terutama menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, demi mencegah insiden dan menjaga kepercayaan publik.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi kembali menegaskan urgensi Keselamatan Pelayaran bagi masyarakat pesisir di Indonesia. Penekanan ini disampaikan dalam Kampanye Hari Keselamatan bertema Peningkatan dan Pengawasan Budaya Keselamatan Pelayaran, yang berlangsung di Manado, Sulawesi Utara, pada Rabu, 17 Desember 2025.
Fokus utama kampanye ini adalah memperkuat Keselamatan Pelayaran, meningkatkan literasi maritim, kesiapan armada, serta kolaborasi pemerintah daerah. Langkah ini bertujuan untuk melindungi masyarakat pesisir Sulawesi Utara dan Gorontalo secara aman, terutama menjelang periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Dudy Purwagandhi mengingatkan bahwa kelalaian atau kelengahan sekecil apa pun dalam aspek Keselamatan Pelayaran dapat berakibat fatal. Hal tersebut tidak hanya mengancam nyawa manusia, tetapi juga dapat merusak kepercayaan publik terhadap transportasi laut dan masa depan pariwisata nasional.
Penguatan Keselamatan Pelayaran di Wilayah Pesisir
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi secara khusus menyoroti wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Gorontalo sebagai area prioritas dalam upaya peningkatan Keselamatan Pelayaran. Kedua provinsi ini memiliki aktivitas maritim yang sangat tinggi, mencakup kapal wisata, kapal penumpang antarpulau, serta kapal pengangkut logistik.
Selain itu, banyak kapal nelayan yang beroperasi setiap hari, menjadi motor penggerak roda ekonomi daerah dan tumpuan sarana mobilitas utama bagi masyarakat setempat. Dengan intensitas pelayaran yang demikian padat, prinsip Keselamatan Pelayaran menjadi aspek yang tidak bisa ditawar-tawar.
Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa Keselamatan Pelayaran adalah tanggung jawab bersama seluruh pihak terkait. Ia menekankan bahwa keselamatan harus menjadi keputusan pertama dalam setiap langkah, bukan sekadar pilihan terakhir.
Antisipasi Nataru dan Tantangan Cuaca Ekstrem
Menjelang masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, jumlah penumpang angkutan laut diperkirakan akan melonjak signifikan. Proyeksi menunjukkan peningkatan hingga 39 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai sekitar 2,62 juta orang.
Pada saat yang bersamaan, Indonesia juga dihadapkan pada potensi cuaca ekstrem, termasuk gelombang tinggi, angin kencang, serta hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra dari seluruh operator dan nakhoda kapal.
Menhub meminta agar semua pihak disiplin dalam memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG. Ia juga mengingatkan agar tidak memaksakan keberangkatan kapal apabila kondisi dinilai tidak aman, karena menunda perjalanan jauh lebih bijak daripada mempertaruhkan keselamatan.
Untuk memastikan kepatuhan, Menhub telah menginstruksikan jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk memperketat pengawasan. Pemeriksaan kelaiklautan kapal atau ramp check akan ditingkatkan, guna memastikan setiap kapal memenuhi standar Keselamatan Pelayaran, baik dari sisi teknis, muatan, penumpang, maupun kendaraan.
Kolaborasi dan Edukasi untuk Keselamatan Berkelanjutan
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud menambahkan bahwa Kampanye Hari Keselamatan ini diikuti oleh 250 peserta. Mereka berasal dari Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, asosiasi, pemangku kepentingan pelayaran, serta perwakilan nelayan dari Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Kegiatan ini diisi dengan sosialisasi dan pemaparan materi, serta pemberian bantuan alat keselamatan. Sebanyak 1.065 unit life jacket, 10 unit life buoy, 534 Pas Kecil, dan 103 Buku Pelaut Merah diserahkan kepada peserta.
Masyhud menjelaskan bahwa kampanye ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat maritim mengenai pelayanan dan Keselamatan Pelayaran. Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas nelayan, pelaku usaha, dan masyarakat, diharapkan kesadaran akan Keselamatan Pelayaran dapat terus diperkuat secara berkelanjutan.
Dudy Purwagandhi berharap upaya kolaboratif ini dapat menciptakan laut yang aman dan masyarakat pesisir yang sejahtera. Keselamatan pelayaran menjadi kunci utama untuk mencapai tujuan tersebut.
Sumber: AntaraNews