Menhub Budi tinjau Bandara Fatmawati Soekarno di Bengkulu
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau Bandara Fatmawati Soekarno untuk melihat secara langsung kondisi gedung keberangkatan yang dinilai perlu ada peningkatan. Rencananya, ke depan bandara ini akan dikelola oleh PT Angkasa Pura II.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau Bandara Fatmawati Soekarno untuk melihat secara langsung kondisi gedung keberangkatan yang dinilai perlu ada peningkatan. Rencananya, ke depan bandara ini akan dikelola oleh PT Angkasa Pura II.
"Saat ini Bandara Fatmawati masih dikelola oleh Kementerian Perhubungan. Saya ingin Angkasa Pura II bisa ikut mengelola bandara ini," kata Menhub Budi seperti dikutip Antara di Bengkulu, Sabtu (4/8).
Menhub Budi mengatakan letak geografis Bengkulu yang dilalui bukit menjadikan bandara merupakan alat transportasi strategis bagi penduduk setempat, sehingga perlu keberadaan bandara yang lebih baik.
Jika dilalui jalan darat, seperti kereta api akan memakan biaya yang besar sehingga transportasi udara adalah pilihan yang paling tepat. "Dengan adanya bandara yang lebih baik maka bisa meningkatkan pariwisata datang ke Bengkulu," kata Menhub Budi.
Bandar udara dengan panjang landas pacu 2.470 m x 150 meter persegi dengan permukaan aspal merupakan bandar udara kelas I yang dikelola oleh Unit Pelayanan Terpadu Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Jenis pesawat terbesar yang bisa beroperasi di bandar udara ini adalah Airbus A320 dan Boeing 737.
Baca juga:
Menhub imbau anak sekolah tak gunakan kendaraan pribadi
Menhub Budi tak tahu soal separator dicat warna-warni oleh Pemprov DKI
Menhub Budi soal perluasan ganjil genap: Kita bukan ingin mencederai hak masyarakat
Tarif LRT Palembang dipatok Rp 5.000 hingga Rp 10.000
Menhub Budi sebut 10 perusahaan tertarik kelola Pelabuhan Patimban
Menhub Budi: Pembebasan lahan Pelabuhan Patimban mendekati 60 persen
Kontrak ditandatangani, Pelabuhan Patimban digroundbreaking awal Agustus