Menhub Budi Kirim Tim ke FAA Bahas Masa Depan Boeing 737 Max 8
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, bakal mengirimkan tim untuk bertemu dengan otoritas penerbangan Amerika Serikat atau FAA. Tim tersebut akan membahas pengoperasian pesawat Boeing 737 Max 8 yang di-grounded pasca kecelakaan pesawat milik Lion Air dan Ethiopian Airlines.
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, bakal mengirimkan tim untuk bertemu dengan otoritas penerbangan Amerika Serikat atau FAA. Tim tersebut akan membahas pengoperasian pesawat Boeing 737 Max 8 yang di-grounded pasca kecelakaan pesawat milik Lion Air dan Ethiopian Airlines.
"Dalam minggu-minggu ini ada beberapa tim dari kita akan ke FFA," kata dia saat ditemui di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Jumat (26/4).
Menurut dia, dalam pertemuan tersebut akan dibahas hal-hal menyangkut evaluasi terhadap pengoperasian Boeing jenis 737 Max 8 dari kaca mata FFA. FFA tentu memiliki rekomendasi tertentu. Saat ini, Kemenhub sebagai regulator hanya berkomunikasi dan menunggu rekomendasi dari FAA.
"Rekomendasi apa yang harus diperbaiki, apa yang harus ditambahkan, prosedur apa yang ditempuh, hardware apa yang harus diganti, software apa yang harus diganti, pelatihan apa yang harus dilakukan. Nah ini akan kita bahas," jelas dia.
"Jadi secara konten ini belum masuk ke sana. Yang terjadi kita baru berkomunikasi. Jadi FFA mungkin ingin mendengarkan apa yang terjadi di Indonesia," imbuh dia.
Setelah FAA menyampaikan rekomendasi, lanjut Menteri Budi, Kemenhub akan melakukan sejumlah prosedur untuk menentukan kelaikan pengoperasian pesawat Boeing 737 Max 8. "Kami dulu, Kementerian Perhubungan dulu melakukan self assessment, setelah itu baru maskapai dapat bergerak," tandasnya.
Baca juga:
Laba Boeing Turun Pasca Kecelakaan Pesawat Lion Air dan Ethiopian Airlines
Maskapai China Tuntut Kompensasi dari Boeing
Akibat Pelarangan Terbang, Boeing Pangkas Produksi Pesawat 737 Max 8
Maskapai Terbesar Brasil Tak Akan Batalkan Pemesanan Boeing 737 Max
Pilot Boeing 737 MAX 8 Hanya Punya Waktu 40 Detik Buat Atasi Gangguan Sistem
Setuju Usul Garuda Indonesia, Boeing Buka Peluang Ganti 49 Pesawat Max 8
Boeing Restrukturisasi Kontrak Pembelian Pesawat dengan Garuda Indonesia