Menhub Budi Dukung Penuh Pembentukan Holding BUMN Penerbangan
Namun demikian, pembentukan holding ini jangan sampai berbenturan dengan aturan internasional di dunia penerbangan.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendukung pembentukan holding BUMN untuk sektor penerbangan. Namun pembentukan holding tersebut tidak boleh melanggar aturan internasional di dunia penerbangan.
Budi mengungkapkan, adanya holding ini akan membuat BUMN-BUMN di bawahnya lebih efisien dan efektif.
"Saya lihat namanya holding itu pasti tujuannya baik. Ada efisiensi, ada koordinasi yang efektif. Saya berpendapat holding ini baik," ujar dia di kawasan Widya Chandra, Jakarta, Rabu (17/4).
Namun demikian, pembentukan holding ini jangan sampai berbenturan dengan aturan internasional di dunia penerbangan.
"Bagi saya regulator ini kan ada peraturan internasional yang merupakan mandatori dan harus dituruti," lanjut dia.
Selain itu, pembentukan holding juga harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang terkait, termasuk para pekerja di BUMN yang terlibat. Dengan demikian, tidak ada pihak yang dirugikan akibat pembentukan holding ini.
"Hanya yang saya minta stakeholder ini dilibatkan. Pegawai juga. Regulator. Saya minta, komunikasi dengan Sekjen Kementerian BUMN untuk bahas. Kita akan bentuk opini dari komisi, aviasi, secara legal, teknis dan finansial. Di Kemenhub baru informal bahasan," tandas dia.
Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Mengupas Rencana Pembentukan Holding BUMN Perhubungan Udara
Angkasa Pura II Soal Holding BUMN Penerbangan: Sangat Baik, Banyak Manfaat Positif
Menteri Rini Masih Kaji Pembentukan Holding Perhubungan Udara
Holding BUMN Perhubungan Udara Ditargetkan Terbentuk Semester I-2019
Menteri Rini Soal Super Holding: Kementerian BUMN Akan Hilang
Punya Holding Perhubungan Udara, Menteri Rini Ingin Seperti Dubai dan Qatar