LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Mengenal Klobot, Rokok Kretek dari Kulit Jagung Warisan Nenek Moyang Indonesia

Rokok kretek klobot sudah menjadi warisan turun-temurun nenek moyang yang keseluruhan proses pembuatannya dilakukan secara manual, hingga bisa dinikmati masyarakat. Sayang produksi rokok klobot terus menurun dari tahun ke tahun lantaran peminatnya semakin berkurang. Karyawannya pun otomatis berkurang

2019-01-13 14:05:59
Rokok Kretek
Advertisement

Tangan Mujiati (68) telaten menata batang-batang rokok kretek klobot di atas tampah bambu di hadapannya. Per 10 batang, rokok diikat dengan sebuah kertas warna cokelat agar tertata rapi dan memudahkan saat dibungkus.

Selembar kertas pembungkus diambil dari tumpukan, sebelum membentuk lipatan tertentu. Rokok yang sudah terikat sebelumnya diraih, dan kembali ditata di atas kertas dengan lipatan khsusus.

Advertisement

Rokok Klobot di Malang ©2019 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Sesaat dengan kecepatan tangannya, rokok tersebut sudah rapi terbungkus kertas. Bentuknya limas dan mengerucut di bagian ujung rokok, sementara membesar di bagian pangkalnya.

Tidak lupa Mujiati menempelkan label perusahaan berbentuk serupa ketupat pada pembungkus. Setiap 10 bungkus akan kembali dikemas dengan ukuran lebih besar menjadi satu pres, begitupun setiap 25 pres akan dibungkus menjadi satu bal.

Advertisement

"Sejak usia 18 tahun saya bekerja sebagai buruh linting rokok klobot, sampai sekarang," kata Mujiati di Kota Malang, Minggu (13/1).

Rokok klobot merupakan produk khas nusantara. Disebut rokok klobot, lantaran kertas pembungkusnya menggunakan kulit jagung dengan proses pengolahan tertentu.

Rokok klobot sudah menjadi warisan turun-temurun nenek moyang yang keseluruhan proses pembuatannya dilakukan secara manual, hingga bisa dinikmati masyarakat.

Sayang produksi rokok klobot terus menurun dari tahun ke tahun lantaran peminatnya semakin berkurang. Karyawannya pun otomatis berkurang, tidak seperti 10 atau 20 tahun lalu.

"(Sekarang) Ada 9 orang yang bekerja, ngepak 2 orang dan ngelinting 7 orang," kata Nasripah, teman Mujiati menambahkan.

Nasripah sendiri sehari-hari di bagian melinting. Karena kertas paper (pembungkus) yang berbeda dari rokok biasa dan prosesnya manual, sehingga perolehan tidak secepat menggunakan mesin atau sigaret kretek mesin (SKM).

Nasripah dan Mujiati sehari-hari bekerja dari pukul 06.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB di pabriknya di kawasan Mergoso, Kota Malang. Bayaran yang diterimanya Rp 63.000 per 1.000 batang yang diselesaikan.

Rokok Klobot di Malang ©2019 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

"Bedanya rokok klobot ini dari kulit jagung, pembuatannya dari tangan, tidak pakai gilingan. Jadi kan bersih, kotor sedikit dibersihkan," jelasnya.

Kalau takaran campuran tembakau, cengkeh, chaos dilakukan dengan ukuran tertentu oleh perusahaan agar mendapatkan rasa yang tetap. Begitupun dengan klobot yang didapatkan sudah melalui proses tertentu oleh perusahaan.

Rokok kretek yang diproduksi selanjutya dikirimkan ke sejumlah kota di antaranya ke Madura, Banyuwangi dan lain-lain. Mujiati berharap rokok-rokok produksinya itu terus dinikmati masyarakat, sehingga bisa menopang hidupnya dan karyawan-karyawan lain. "Semoga terus dinikmati, bisa dipertahankan," katanya.

Baca juga:
Belanja konsumen menurun, penjualan industri rokok turun 2,3 persen
Raup laba 2017 Rp 12,67 T, Sampoerna sebar dividen Rp 107,3 per lembar saham
Polres Jaksel bongkar pembuat Dji Sam Soe palsu beromset Rp 10 juta
Diskusi membahas bahaya rokok elektrik dan kretek
Pemerintah diminta naikkan tarif cukai rokok putih dan impor
Ratifikasi FCTC matikan perekonomian petani tembakau Indonesia
Menengok semangat buruh perempuan di pabrik rokok Sampoerna

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.